Jumat, 17 April 2026

Kupi Beungoh

Dinamika Demokrasi dalam Politik Pilkada Aceh 2024: Sabar, Bos

Dinamika politik dalam koridor demokrasi Aceh, akhirnya kembali “sehat”, setelah dicekam kebekuan dan kejumudan yang lumayan parah

|
Editor: Amirullah
For Serambinews.com
Dr. Wiratmadinata, S.H., M.H., (Akademisi, Seniman, pengamat politik Aceh). 

Ada banyak spekulasi soal empat nama yang tersisa ini, tampaknya arahnya pada kalangan PA sendiri. Wallahu’alam. Selain dari isu “Wakil Mualem”, kubu PA tampaknya belum banyak mengajukan “proposal baru” dalam konteks apa yang dilakukan ke depan jika Mualem terpilih.

Sementara kubu “Om Bus”, sudah aktif bicara lewat media publik tentang berbagai gagasan kedepan. Agresivitas ini seperti mau mengingatkan; “awas badai “tsunami”, eh, Bustami, mau lewat”, tanpa bicara Wakil. Sementara Mualem masih sibuk dengan soal Wakil.

Tapi setidaknya, dinamika Pilkada Gubernur Aceh menjelang November 2024 nanti, telah keluar dari “kejumudan”, dan memasuki dinamika yang menarik.

Ada riak demokrasi, meski kualitasnya belum sampai pada level politik intelektual, dimana perdebatan gagasan mengemuka secara kuat  dn perjuangan nilai juga moral menonjol dan menjadi sntral dalam perdebatan publik.

Belum ada wacana strategis pada persoalan-persoalan menukik, serta mendalam menyentuh isu kemiskinan dan kehancuran sosial.

Masih berkutat pada pamer baliho, dan biasanya nanti pada mobilisasi massa dan seterusnya. Tapi tak apalah; setidaknya spekulasi soal “perang melawan tong kosong” tidak terjadi, demikian juga soal calon tunggal tidak terjadi, dan sejauh ini polemik-polemik masih dalam batas demokrasi yang sehat. Bagaimana nanti endingnya; “Sabar, Bos”.

Penulis: Dr. Wiratmadinata, S.H., M.H., (Akademisi, Seniman, pengamat politik Aeh).

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved