Citizen Reporter
Keseruan Ekspedisi Arung Jeram di Sungai Serbajadi Aceh Timur
FAJI) - Pengurus Cabang Aceh Timur atas izin Allah SWT menggelar Ekspedisi Arung Jeram (rafting) di Waih (sungai) Serbajadi, Aceh Timur
Setelah Ekspedisi WRESR 2024 ini, maka akan jadi momentum penting untuk upaya lanjutan bagi para pihak selain promosi potensi Sungai Serbajadi.
Sehingga pengembangan ekowisata berbasis olangraga kepetualangan ini dapat menjadi destinasi wisata baru dengan konsep yang relevan.
Tentunya disertai dengan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang kapabel.
Pada hari ke-3 ekspedisi, Tinggi Muka Air (TMA) terus bertambah karena curah hujan tinggi.
Tim memutuskan untuk melakukan survey hingga 2 kilometer ke arah hilir.
Hasil survey ini kemudian menjadi salah satu dasar utama selain saran masyarakat sekitar agar pengarungan perahu sebaiknya jangan dilanjutkan ke hilir.
Berdasarkan pengamatan langsung di sungai, memang terdapat beberapa titik jeram dengan Grade III hingga Grade V (extreme difficult) yang memerlukan skills yang well trained dengan formasi lebih 1 rubber boats.
Masyarakat yang pernah melintas jauh untuk memancing dan menjala ikan ke hilir juga menyampaikan kekhawatirannya.
Mereka menjelaskan bahwa ada banyak jeram mematikan dan mustahil dapat dilalui di sekitar Km-6 hingga Km-21 lintasan ekspedisi ini.
Setelah berdiskusi internal akhirnya Tim memutuskan pengarungan dihentikan. Akan tetapi ekspedisi dilanjutkan dengan survey penelusuran sungai.
Tim mengapresiasi perhatian masyarakat sekitar khususnya warga Desa Sunti Kecamatan Serbajadi ini. Kemudian seluruh perlengkapan arung jeram dipacking, ditinggalkan dititip di salah satu pondok kebun atas izin pemiliknya.
Lalu mulai melakukan penjelajahan dengan target survey mencapai wilayah Kecamatan Simpang Jernih.
Hasil survey memperlihatkan memang banyak tebing menjulang tinggi di sisi kiri dan kanan sungai meskipun terdapat lintasan flat (tidak ada jeram) di beberapa titik.
Salah satu crew, Ias Darmawan mengalami cidera pada bagian kaki saat melakukan renang penyebrangan untuk scouting.
Sehingga skema operasi di reset ulang untuk 2 ekspeditor. Robbi turun kampung untuk tambahan belanja logistik dan Said menunggu di Km 10.
Pada tanggal 26 Desember 2024 Said dan Robbi keluar dari area ekspedisi dan tiba di Lokop pukul 23.05 WIB setelah berjalan kaki lebih 7 km.
Menurut Said, untuk pengarungan lanjutan di sungai tersebut dengan skema ekspedisi sebaiknya melibatkan kayaker dan rafter profesional serta dukungan alat seperti done, ropes dan lain-lain.
Masih menurut warga sekitar, terdapat 1 titik yang mustahil dilalui orang apalagi perahu karena berupa gua atau 'trowongan air' dengan batu-batu besar di tengah dan drop (turunan) berturut-turut berjarak ratusan meter.
Said dan Robbi gagal mencapai lokasi ini karena hambatan faktor cuaca yang selalu badai. Kemudian medan pegunungan wilayah tersebut adalah bebatuan tebing atau Kawasan Karst di sisi tenggara Gunung Bendahara.
Baca juga: Anak Mas River Takengon, Tempat Camping, Glamping & Arung Jeram Paling Rekomendasi untuk Staycation
Nyaris saja Tim mengalami insiden terjatuh saat satu waktu harus memanjat tebing (free solo) untuk merintis mengakses jalur pendakian sekitar DAS Serbajadi ini.
Kedepan, InsyaAllah FAJI Aceh Timur akan membentuk Tim Kayak Arus Deras untuk program eksplorasi sungai guna mendukung visualisasi kawasan DAS yang saat ini belum dijelajahi.
Harapannya kepada Bupati Aceh Timur yang baru terpilih agar lebih memperhatikan potensi wisata alam di Kawasan Lokop Serbajadi. Sehingga kemudian bisa menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh Timur.
Peran aktif masyarakat Serbajadi dan Simpang Jernih dalam mendukung upaya Pemerintah membangun kawasan adalah stimulan pengembangan wisata alam Aceh Timur di area hulu.
Melibatkan stakeholder dalam pembangunan di kawasan, tentu tidak dapat dilakukan dengan menafikan kearifan lokal.
Sinergitas partisipasi aktif semua kalangan dalam membangun kawasan secara mandiri bisa menjadi role model untuk daerah lainnya. Insya Allah.(*)
| Rahasia di Balik Kemajuan dan Keteraturan Singapura |
|
|---|
| Indonesia Kaya SDA, Tapi Mengapa Rakyat Miskin dan Bodoh? |
|
|---|
| Student Exchange UIN Ar-Raniry Kunjungi Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah, Brunei Darussalam |
|
|---|
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
| 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Lulus Program Student Exchange ke Brunei Darussalam 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FAJI-Pengurus-Cabang-Aceh-Timur-menggelar-Ekspedisi-Arung-Jeram.jpg)