Kupi Beungoh
Gaza, Hiroshima, dan “Kegilaan” Donald Trump – Bagian I
Tanpa Trump memulai Riviera pun sebenarnya realitas hari ini, Gaza adalah neraka dunia terhebat dalam sejarah.
Ahmad Humam Hamid*)
DIANTARA sejumlah kebijakan pemerintah AS semenjak perang Israel-Arab 1967, kebijakan Presiden terpilih Donald Trump, kali ini yang ditempuh sungguh tidak biasa.
Bagi yang rajin mengikuti perkembangan Timur-Tengah, terutama mengenai dominasi AS di kawasan itu, ini adalah ide aneh yang keluar dari mulut seorang presiden AS sepanjang lebih dari satu abad.
Apa yang diajukan oleh Trump hanya beberapa hari setelah ia dilantik adalah memindahkan- tepatnya mengeluarkan- rakyat Palestina dari Gaza.
Kemudian di bawah komando AS, kawasan itu akan dibangun kembali.
Bahkan Trump menggunakan jargon menjadikan Gaza sebagai Riviera baru di kawasan Timur Tengah.
Apa yang disebut dengan “Reviera” yang arti harfiahnya dari bahasa Italia adalah “garis pantai’.
Ini adalah sebuah istilah yang ditujukan untuk kawasan pesisir laut Mediterania yang cukup indah.
Kawasan ini terletak antara Perancis- Canes, Cote d’Azur dan Italia-kawasan La Spezia.
Kawasan ini sangat termasyhur pada abad ke 19, karena hampir seluruh aristokrat dan orang kaya Eropa berlibur di situ.
Karena hebatnya, maka istilah Riviera kini digunakan dalam isitilah Parawisata dimana-mana untuk mengambarkan keindahan itu.
Ketika istilah Riviera itu digunakan Trump, apa yang sesungguhnya akan terjadi, kalau niat itu dilaksanakan, adalah neraka, bahkan neraka terbesar sejarah dunia yang disponsori oleh Trump.
Kenapa akan menjadi neraka?
Jawabannya hanya satu, kegigihan dan semangat rakyat Palestina yang tak pernah kenal kata menyerah.
Ada 14,3 juta rakyat Palestina, baik di kawasan “negara” Palestina, maupun di negara-negara Arab, dan di berbagai tempat di dunia.
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framing Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/humam-hamid-sosiolog-aceh-4.jpg)