Senin, 27 April 2026

Kupi Beungoh

Gaza, Hiroshima, dan “Kegilaan” Donald Trump – Bagian I

Tanpa Trump memulai Riviera pun sebenarnya realitas hari ini, Gaza adalah neraka dunia terhebat dalam sejarah.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Artinya sekalipun Hamas benar-benar dapat disingkirkan, gagasan perlawanan akan terus berlanjut. 

Secara tak sengaja kenyataan itu diakui oleh Anthony Blinken-Menlu pemerintahan Biden-Harris, beberapa hari sebelum Trump dilantik. 

Dalam pidato perpisahannya, ketika sampai pada masalah konflik Timur Tengah, terutama Gaza, ia menyatakan setiap kali pasukan Israel menyelesaikan operasi militernya dan menarik diri, militan Hamas  berkumpul dan kembali muncul. 

Ada ruang kosong yang ditinggalkan Israel yang mereka isi. 

Hamas kemudian merekrut militan baru untuk mengisi posisi sejumlah anggotanya yang hilang. 

Blinken menyebutkan bahwa “Hamas seperti banyak gerakan perlawanan hebat lainnya di dunia, telah mampu menemukan resep pemberontakan yang tak kunjung berakhir dan perang yang tak berkesudahan. 

Ini adalah neraka bagi Israel dan siapapun yang berani masuk ke wilayah Palestina. 

 

Kepentingan Menantu Trump?

Apa hubungan realitas ini dengan “ide gila” Trump untuk memindahkan 2 juta manusia Palestina di kawasan Gaza, dan menjadikan Gaza sebagai “Riviera” di kawasan Timur Tengah? 

Ada banyak spekulasi yang berkembang, terutama tentang keterlibatan Jared Kushner- menantu Trump- yang datang dari keluarga pengusaha properti Yahudi terkenal di negara bagian New Jersey, dan New York.

Kushner yang merupakan suami Invanka-puteri Trump pernah menjadi penasehat senior presiden Trump dalam periode Trump memerintah 2016-2020. 

Ia bahkan banyak sekali terlibat dalam kebijakan AS untuk Israel dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Pada saat yang sama ia juga tak lalai dalam berhubungan dengan mitra bisnis negara-negara teluk. 

Kushner adalah kawan dekat dan mitra bisnis Putera Mahkota Kerajaan Saudi Arabia-Muhammad Bin Salman, dan sejumlah pangeran kaya dari Uni Emirat Arab dan Qatar.

Salah satu perusahaan Kushner-Affinity Partners- mendapat kucuran dana dari Muhammad bin Salman sebesar 2 miliar dolar, dan dari beberapa pengeran kaya di Uni Emirat Arab sebsar 1,5 miliar, pada masa Trump 2016-2020.

Uang itu telah digunakan oleh Kushner di dua perusahaan Israel, Phoenix Holding sebuah perusahaan asuransi, dan Shmeltzer Holding-perusahan pembuat kapal domestik tunggal untuk angkatan laut Israel.

Banyak pihak menduga ada rencana bisnis besar Kushner untuk Gaza karena ia pernah menyebutkan pantai Gaza sebagai kawasan Water Front City-gagasan yang tak berbeda jauh dengan “Riviera" Trump. 

Ia menyampakan hal itu jauh hari sebelum Trump terpilih pada sejumlah percakapan dengan media, dan bahkan dalam diskusi dalam satu pertemuan dengan mahasiswa Universitas Harvard beberapa bulan yang lalu.

Bahkan ide mengaluarkan rakyat Palestina dari kawasan Gaza yang datang dari Kushner justeru ingin ditempatkan di kawasan gurun Negev yang berada di kawasan Israel agar mudah dikontrol.

Kushner jangan pernah dianggap enteng. 

Di sebalik ide yang tampaknya kemanusiaan sejati berbalut bisnis, Kushner adalah arsitek keterlibatan Trump periode 2016-2020 dalam berbagai perundingan Timur Tengah.

Secara perlahan, Kushner mampu membuat negara -negara Arab melunak dengan Israel. 

Sebaliknya Palestina semakin dilemahkan. 

Salah satu yang paling menonjol adalah formalisasi saling mengakui dan hubungan diplomat antara Bahrain dan Uni Emirat Arab dengan Israel.

Mampukah formula “raja besar” properti AS Donal Trump dan menantunya Jared Kushner, mengawinkan strategi pengembangan real estate dengan pemusnahan Palestina? 

Mungkin cara Trump mengosongkan wilayah yang akan dibangun property-nya di New York, pada masa lalu diadopsi dałam rencana geopolitik terbesar abad ke XXI? (bersambung)

 

*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar USK

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

 

 

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved