Jumat, 24 April 2026

Kupi Beungoh

Gaza, Hiroshima, dan “Kegilaan” Donald Trump – Bagian I

Tanpa Trump memulai Riviera pun sebenarnya realitas hari ini, Gaza adalah neraka dunia terhebat dalam sejarah.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Prof. Dr. Ahmad Human Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. 

Ada sekitar 2,17 juta di Gaza, 3,19 juta di Tepi Barat, dan di Israel sendiri tidak kurang dari 2 juta Palestina tinggal dan hidup.

Tanpa Trump memulai Riviera pun sebenarnya realitas hari ini, Gaza adalah neraka dunia terhebat dalam sejarah. 

Secara angka pemusnahan manusia, Gaza melampaui Hiroshima

Jumlah bom yang dijatuhkan oleh Israel lebih dari 25.000 ton. 

Sementara Hiroshima pada tahun 1945, AS hanya menjatuhkan 15.000 tin bom. 

Euro-Med Human Rights Monitor (2025) bahkan berani mengklaim bahwa kekuatan eksplosif bom yang dijatuhkan Israel di Gaza, sekitar dua kali bom atom yang dijatuhkan AS di Hiroshima.

Setelah dihajar dengan berbagai serangan, baik untuk militer maupun sipil Palestina di Gaza, sudah surutkah semangat rakyat Palestina. 

Apakah dengan kematian 50.000 warga sipil dan militer mereka mati mereka akan berhenti dan menyerah?  

Jawabannya tidak, bahkan tentara Israel tak pernah mampu menaklukkan dan menguasai sepenuhnya kawasan Gaza.

Baca juga: 100 Hari Prabowo: Puisi vs Prosa, Bagian : III

Kemenangan Bersama atau Kekalahan Israel?

Bibit dan ruang perlawanan terhadap pendudukan Israel di Gaza akan berjalan sepanjang masa, sejauh warga Palestina masih menempati wilayah itu.

Dan kini, ketika seorang Donald Trump, menawarkan sebuah resep baru yang  200 persen lebih hebat dari gagasan Netanyahu dan sekutunya partai ekstrim kanan di Parlemen Israel, akankah itu diterima atau terjadi?

Pertama, hampir semua negara berakal sehat tidak dapat menerima gagasan Trump. 

Bahkan mayoritas negara-negara Uni Eropa terang-terangan menolak. 

Lupakan kelompok negara yang dekat dengan China maupun Rusia yang pasti menentang keras.

Kedua, di kalangan negara Arab, sekutu terdekat AS seperti Mesir, Yordania, Saudi Arabia, UAE, dan Qatar, bahkan menentang secara terbuka ide Trump itu. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved