Selasa, 21 April 2026

KUPI BEUNGOH

Kurban: Jangan Asal Sembelih

Selain itu jagal harus mampu mengenali tanda-tanda kehidupan pada hewan sembelihan, memahami anatomi leher hewan sehingga tepat dalam menentukan lokas

Editor: Yeni Hardika
FOR SERAMBINEWS.COM
Azhar Abdullah Panton, pemerhati masalah kesehatan masyarakat veteriner. 

Menurut mereka inilah cara terbaik dan sempurna dalam menyembelih ternak, karena hewan yang akan disembelih terlihat tidak meronta dan seakan-akan tidak kesakitan. 

Baca juga: Bagaimana Hukum Memakan Daging Kurban Idul Adha Sendiri, Bolehkah? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Merangkum dari laman voa-islam.com, riset Schultz dan Hazim membuktikan, penyembelihan cara Barat menimbulkan rasa sakit luar biasa pada hewan.

Detak jantung juga terhenti lebih awal sehingga kemampuan jantung untuk menarik dan mengeluarkan darah dari seluruh tubuh tidak sempurna.

Darah yang keluar hanya sedikit dan akan membeku dalam daging dan saluran darah sehingga daging akan cepat membusuk dan tidak sehat.

Sebaliknya, penyembelihan Islami tanpa didahului  pemingsanan menghasilkan daging yang sehat dan hewan menjalani proses penyembelihan dengan nyaman. 

Ini dibuktikan dengan pemasangan elektroda (microchip) pada otak kecil sapi-sapi percobaan.

Alat dimaksud adalah Electro Encephalograph (EEG), yang dipasang di permukaan otak untuk merekam dan mencatat derajat kesakitan sapi ketika disembelih.

Sementara di jantung dilekatkan Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar. 

Hasil yang didapat, pada penyembelihan tanpa pemingsanan, tiga detik pertama setelah hewan disembelih dengan terputusnya tiga saluran pada leher, tidak ada perubahan pada grafik EEG.

Ini bermakna tidak ada indikasi rasa sakit. 

Sebaliknya, grafik EEG terjadi kenaikan segera setelah hewan dipingsankan.

Kondisi ini terindikasi adanya tekanan rasa sakit akibat kepala dipukul dan jatuh pingsan. 

Selanjutnya pada tiga detik berikutnya, EEG pada penyembelihan tanpa pemingsanan merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat serupa dengan deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran.

Saat bersamaan tercatat pula oleh ECG aktivitas jantung yang mulai meningkat.

Pada pemingsanan, grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang turun ke level terendah.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved