KUPI BEUNGOH
Kurban: Jangan Asal Sembelih
Selain itu jagal harus mampu mengenali tanda-tanda kehidupan pada hewan sembelihan, memahami anatomi leher hewan sehingga tepat dalam menentukan lokas
Situasi ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakt yang luar biasa dan detak jantung berhenti lebih cepat.
Akibatnya, jantung kehilangan kemampuan untuk menarik dan mengeluarkan darah dari seluruh tubuh.
Berikutnya setelah enam detik pertama, grafik ECG pada penyembelihan tanpa pemingsanan merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung yang menarik darah sebanyak mungkin dari seluruh tubuh dan memompanya keluar.
Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang.
Pada saat darah keluar dari saluran yang terputus di bagian leher, grafik EEG tidak naik, justru turun ke angka nol.
Baca juga: Mau Kurban Untuk Orangtua yang Sudah Meninggal Dunia? Ternyata Begini Hukumnya Menurut Mazhab Syafii
Ini diterjemahkan sebagai bukti tidak ada rasa sakit sama sekali.
Hasil riset ini menunjukkan, penggunaan pisau yang tajam tidak sampai “menyentuh” saraf rasa sakit.
Kedua peneliti ini menyimpulkan, ekspresi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah ekspresi rasa sakit, melainkan “keterkejutan otot dan saraf “ pada saat darah keluar dengan deras dari tubuh.
Penelitian ini telah membuktikan kebenaran Islam dalam proses penyembelihan, sehingga kita tidak perlu ragu dalam menjalankan setiap perintah-Nya.
*) PENULIS adalah pemerhati masalah kesehatan masyarakat veteriner.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya DI SINI
(Serambinews.com/Yeni Hardika)
BACA BERITA LAINNYA DI SINI
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
| Ilusi Kesejahteraan dalam Angka Desil |
|
|---|
| Pak Harun, China, dan ‘Penguasa Baru’ Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kupi-Beungoh-Azhar-Abdullah-Panton.jpg)