Kupi Beungoh
Rakyat, Qurban, dan Pemimpin: Menyembelih Ego, Menyulam Cinta
perayaan Idul Adha terasa lebih bermakna bagi rakyat Aceh, yang baru saja menatap lembaran baru dengan hadirnya pemimpin-pemimpin baru
Aceh hari ini masih menyimpan sisa-sisa luka masa lalu, tetapi juga mengandung harapan yang tak padam.
Di pasar-pasar yang ramai, di tambak-tambak yang menggantungkan nasib, di sawah-sawah yang menanti hujan, rakyat menyimpan harapan sederhana: pemimpin yang tak hanya berjanji, tetapi juga menepati. Yang tak hanya datang saat kampanye, tetapi juga hadir saat rakyat menunggu.
Qurban mengajarkan itu. Tentang pengorbanan yang bukan sekadar memotong hewan, tapi memotong ego, memotong keinginan diri, memotong ambisi pribadi demi kemaslahatan bersama.
Di Aceh, di mana sejarah dipahat oleh darah dan doa, qurban seharusnya menjadi pengingat bahwa kekuasaan bukan milik siapa pun, melainkan amanah yang harus ditunaikan.
Mengalirkan Pengorbanan
Di balai gampong yang sederhana, seorang pemuda mengamati hewan qurban yang baru saja disembelih.
Darah mengalir di tanah yang basah, meninggalkan jejak yang tak bisa dihapus.
Ia berpikir, “Beginilah seharusnya pemimpin--berani mengalirkan pengorbanan, menumpahkan ego, demi kehidupan yang lebih adil bagi semua.”
Tapi berapa banyak pemimpin hari ini yang benar-benar menunduk seperti hewan qurban itu? Yang dengan ikhlas melepaskan haknya, yang rela kehilangan demi rakyat?
Aceh hari ini butuh pemimpin yang bukan hanya bicara di depan mimbar, tapi juga hadir di tengah hujan deras, menampung keluh kesah rakyat.
Yang bukan hanya membuat janji, tapi juga menepatinya.
Yang bukan hanya bagi-bagi daging qurban setahun sekali, tapi juga membagi keadilan, membagi perhatian, membagi kesempatan, setiap hari.
Qurban mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan soal kemegahan.
Bukan soal gelar panjang atau jabatan tinggi.
Ia soal hati yang rela berbagi, soal tangan yang mau membuka, soal kaki yang mau melangkah ke gampong-gampong terpencil, mendengar keluh tanpa kamera, tanpa sorakan.
Aceh menunggu pemimpin seperti itu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.