Kupi Beungoh

AS Bom Iran: Yom Kipur 2 atau Awal Perang Dunia 3? – Bagian I

Kalau itu benar, serangan ini justru bisa membuat Iran berpikir bahwa mereka harus membuat bom nuklir segera untuk melindungi diri.

Editor: Zaenal
YouTube Serambinews
Prof Humam heran saat Aceh yang berstatus sebagai provinsi se-Sumatera, dana outsusnya tinggal 1 persen, malah nyumbang lagi ke PON. 

Oleh Ahmad Humam Hamid*)

KEPUTUSAN Presiden Donald Trump untuk menjatuhkan bom fasilitas nuklir Iran benar-benar mengejutkan dan membuat banyak pihak merasa khawatir. 

Trump menyebutnya sebagai kemenangan besar, tetapi banyak pihak justru bertanya-tanya. 

Apakah ini benar-benar kemenangan, atau malah memancing masalah baru? 

Serangan ini bukan sekadar soal menghancurkan gudang atau reaktor nuklir. 

Dampaknya bisa lebih panjang dan berbahaya --untuk Timur Tengah, untuk Amerika sendiri, dan bahkan untuk seluruh dunia.

Menurut berita di The New York Times dan BBC, Amerika dan Israel menjatuhkan bom berat di lokasi nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan.

Ketiga tempat ini sudah lama dicurigai sebagai pusat proses uranium untuk pembuatan senjata nuklir. 

Trump dalam pidatonya kepada rakyat AS dan dunia menyatakan  pasukan AS berhasil melumpuhkan target-target penting di negeri para mullah itu.

Namun banyak ahli meragukan klaim tersebut. 

Lokasi nuklir Iran berada jauh di dalam gunung dan dilapisi beton tebal. 

Bom secanggih apa pun belum tentu bisa menembusnya. 

Selain itu, banyak laporan intelijen dari berbagai negara barat memperkirakan Iran sudah memiliki cukup bahan untuk membuat beberapa bom nuklir. 

Pertanyaannya: apakah semua bahan dan peralatannya benar-benar hancur? Tidak ada yang bisa memastikan.

Perlu diingat bahwa kemampuan membuat bom nuklir bukan hanya soal mesin dan alat. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved