Kupi Beungoh

AS Bom Iran: Yom Kipur 2 atau Awal Perang Dunia 3? – Bagian I

Kalau itu benar, serangan ini justru bisa membuat Iran berpikir bahwa mereka harus membuat bom nuklir segera untuk melindungi diri.

Editor: Zaenal
YouTube Serambinews
Prof Humam heran saat Aceh yang berstatus sebagai provinsi se-Sumatera, dana outsusnya tinggal 1 persen, malah nyumbang lagi ke PON. 

Ini soal keahlian dan sumber daya manusianya. 

Ilmuwan Iran bisa saja melanjutkan riset di lokasi lain. 

Bahkan mantan Direktur Intelijen Amerika-CIA, Tulsi Gabbard, empat hari yang lalu menyebut bahwa Iran sebenarnya belum mau membuat bom nuklir, melainkan hanya ingin memiliki kemampuan sebagai bentuk ancaman. 

Kalau itu benar, serangan ini justru bisa membuat Iran berpikir bahwa mereka harus membuat bom nuklir segera untuk melindungi diri.

Indonesia pun Terdampak

Setelah serangan tersebut, banyak warga dunia khawatir. 

Bahkan orang-orang di Iran yang selama ini kritis terhadap pemerintahnya merasa diserang dan terancam. 

Laporan Al Jazeera dan BBC menunjukkan banyak warga Iran berkata bahwa mereka bisa mengkritik pemerintah sendiri, tetapi mereka menolak bila negara mereka diserang dari luar. 

Hal ini bisa memperkuat semangat nasionalisme dan membuat para pemimpin garis keras semakin berkuasa.

Di Amerika sendiri, banyak politisi dan pengamat khawatir. 

Senator Chris Van Hollen dari Partai Demokrat, mewakili Maryland bahkan menyebut keputusan Trump ceroboh dan berbahaya. 

Ia memperingatkan bahwa perang melawan Iran bisa menyeret Amerika ke dalam konflik panjang dan mahal di Timur Tengah, seperti di Irak dan Afghanistan sebelumnya.

Selain soal politik dan keamanan, banyak media melaporkan bahwa ketegangan ini bisa membuat harga minyak dunia melonjak tajam. 

Jika Iran menutup Selat Hormuz--jalur laut sempit tempat seperempat minyak dunia melintas--harga minyak pasti naik dan membuat harga kebutuhan sehari-hari meningkat. 

Negara-negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, pasti akan ikut merasakan dampaknya.

Di banyak kota di Eropa dan Asia sudah berlangsung protes anti-perang. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved