Kupi Beungoh

AS Bom Iran: Yom Kipur 2 atau Awal Perang Dunia 3? – Bagian I

Kalau itu benar, serangan ini justru bisa membuat Iran berpikir bahwa mereka harus membuat bom nuklir segera untuk melindungi diri.

Editor: Zaenal
YouTube Serambinews
Prof Humam heran saat Aceh yang berstatus sebagai provinsi se-Sumatera, dana outsusnya tinggal 1 persen, malah nyumbang lagi ke PON. 

Orang-orang turun ke jalan membawa spanduk bertuliskan “Stop War”, mendesak para pemimpin dunia agar menahan diri. 

Bahkan di Amerika sendiri banyak warga dan aktivis turun ke jalan meminta agar konflik ini jangan sampai meluas.

Lalu, bagaimana kelanjutannya? Itu pertanyaan besar. 

Banyak analis memperkirakan Iran pasti akan melakukan pembalasan. 

Tidak harus langsung menyerang Amerika, tetapi bisa melalui jaring -proksi- mereka.

Milisi di Irak, Libanon, atau Yaman adalah kawan dekat Iran. 

Iran juga bisa melancarkan serangan siber ke fasilitas listrik, perbankan, dan infrastruktur Amerika serta sekutunya. 

Jika itu terjadi, konflik bisa meluas dan situasi makin memanas.

Bila Iran membalas, sekutu-sekutu Amerika di Timur Tengah, seperti  Arab Saudi, Yordan, dan negara-negara pasti akan ikut campur. 

Ini bisa memicu perang proksi besar, di mana banyak pihak saling berhadapan melalui tangan-tangan lokal. 

Kalau sudah begitu, kawasan Timur Tengah bisa semakin hancur dan konflik berlangsung lama.

Selain itu, harga minyak bisa melonjak drastis dan memicu inflasi global. 

Para pakar memperingatkan bahwa dampaknya bisa membuat banyak negara harus bersiap menghadapi kenaikan harga dan melambatnya pertumbuhan ekonomi. 

Negara-negara seperti Indonesia juga pasti akan terkena dampaknya.

Sejarah Yom Kipur

Apa yang terjadi sekarang membuat banyak orang teringat pada sejarah perang Yom Kipur 1973. 

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved