Rabu, 22 April 2026

Kupi Beungoh

Pegunungan Tinggi Serbajadi dan Usulan Taman Nasional Gunung Kurik 

Spesies yang dikenal sebagai satwa endemik di Gunung Kinabalu Malaysia ini ternyata juga terdapat di Aceh Timur

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Said Murthaza, Founder dan Teamleader Aceh Tracker Community serta Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh Timur 

 Satwa kunci tersebut disini maksudnya adalah Spesies Payung atau Umbrella Species. Hal ini sesuai dengan fakta berita yang muncul di media seperti (adanya) perburuan gading Gajah, konflik satwa Harimau dan lain-lain. 

Millenium Ecosystem Assesment mendefinisikan Umbrella Species atau spesies payung sebagai spesies yang membutuhkan luas yang besar di habitat mereka. 

Melindungi satwa-satwa ini, secara tidak langsung melindungi spesies lain yang juga tinggal di dalam ekosistem hutan yang sama. Saat ini (2025), penulis bersama Robbi Zikri, SH yang juga mahasiswa pasca sarjana Ilmu Hukum – Universitas Samudera Langsa masih terus melakukan observasi untuk mengidentifikasi keberadaan satwa ke-4.

 Guna mempertegas bahwa semua Umbrella Species darat tersebut ada dalam kawasan hutan pegunungan Serbajadi. 

Meskipun hal tersebut sebenarnya telah diakui oleh sebagian masyarakat Lokop maupun Simpang Jernih. 

Keberadaan 4 satwa kunci ini bisa menjadi urgensi dan landasan kuat untuk mewujudkan upaya konservasi wilayah atau area pelestarian alam.  

Baca juga: Sosok Agam Viral, Aksi Heroik Pemandu Gunung Rinjani Evakuasi Jasad Pendaki Brazil Juliana Marins

Dari data faktual yang penulis miliki, hasil collecting data lapangan setidaknya ada belasan jenis satwa yang dilindungi. 

Temuan ini hanya terdapat pada satu trek lintasan pendakian saja, belum pada lintasan lainnya yang masih memerlukan akses perintisan jalur. 

Berdasarkan status kerentanan dari International Union for Coservation of Nature (IUCN), belasan jenis satwa dilindungi dalam pegunungan tinggi Aceh Timur ini antara lain Harimau Sumatera yang berstatus sangat terancam punah atau CR (Critically Endangered). 

Status Critically Endangered ini berarti spesies yang menghadapi resiko kepunahan tertinggi di alam liar. Kemudian Orang Utan dan Baning Cokelat (Manouria emys) yang juga berstatus Critically Endangered. 

Lalu ada Owa Siamang (Symphalangus syndactylus) yang berstatus Terancam Punah (Endangered/EN). Kemudian spesies Macan Dahan (Neofelis diardi), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Beruk (Macaca nemestrina), Kambing Gunung Sumatera (Capricornis sumatraensis), Burung Rangkong (Rhinoceros Hornbill) dan Binturong (Arctictis binturong) yang berstatus Vulnerable (VU) atau Rentan. 

Satwa lainnya dalam kategori Near Threatened (NT) atau yang mendekati terancam punah antara lain Sempidan Aceh/Sempidan Sumatera (biasa dikenal Ayam Hutan), Burung Kuau Raja (Argusuanus argus), Kucing Batu (Pardofelis marmorata) dan Kucing Emas (Catopuma temminckii). 

Baca juga: Siapa Irjen Pol Dadang Hartanto? Komandan Upacara Hari Bhayangkara Ke-79 yang Dipanggil Prabowo

Selain yang paling terancam hingga rentan, terdapat juga satwa lainnya yang masuk dalam kategori resiko rendah atau Least Concern (LC) yaitu Musang Linsang (Prionodon linsang), Musang Leher Kuning (Martes flavigula), Kijang (Muntiacus muntjak) dan Babi Batang atau Pulusan (Arctonyx collaris). 

Sementara itu, jenis hewan unik lainnya yang ditemukan adalah Lintah Gajah (Mimobdella buettikoferi) di ketinggian diatas 2500mdpl tepatnya di padang savanna Gunung Lembu dan Gunung Berapit. 

Spesies yang dikenal sebagai satwa endemik di Gunung Kinabalu Malaysia ini ternyata juga terdapat di Aceh Timur

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved