KUPI BEUNGOH
Prabowo–Mualem: Prasyarat Nikmat dan Tiga Pilar Pembangunan - Bagian III
Aceh bukan daerah biasa, walaupun bukan luar biasa. Aceh adalah entitas politis dengan sejarah panjang perlawanan dan pencarian keadilan.
Oleh : Ahmad Humam Hamid *)
DALAM lanskap politik Aceh, nama Muzakir Manaf (Mualem) dan Prabowo Subianto telah lama terjalin dalam sejarah perlawanan, persahabatan, dan harapan.
Kini, saat Aceh berdiri di persimpangan antara stagnasi dan kemajuan, kedekatan historis mereka tak cukup hanya menjadi narasi romantis. Ia harus bermetamorfosis menjadi energi transformasi nyata.
Namun, kedekatan itu hanya akan menjadi rahmat bila dijalankan dengan tiga prasyarat utama: kecerdasan dan kecerdikan politis, kekuatan birokratis-administratif, dan ketajaman teknokratis.
Tanpa ketiganya, rahmat itu akan layu sebelum tumbuh menjadi nikmat. Ini bukan hanya soal apa yang bisa dilakukan Mualem, tetapi apa yang mampu dicapai Aceh dengan peluang langka ini.
Kecerdasan Politis
Aceh bukan daerah biasa, walaupun bukan luar biasa. Aceh adalah entitas politis dengan sejarah panjang perlawanan dan pencarian keadilan.
Relasinya dengan pusat tak bisa diselesaikan semata melalui struktur formal. Ia menuntut sentuhan politis yang peka dan komunikatif.
Dalam konteks ini, Mualem memiliki kekuatan tersendiri. Ia tidak hanya menguasai peta politik lokal, tetapi juga memahami denyut sosial dari desa ke desa, dari pimpinan partai hingga tokoh adat.
Namun, untuk menjadikan kekuatan itu relevan di hadapan pemerintahan Prabowo, ia harus melampaui sekadar pengaruh simbolik.
Ia perlu menunjukkan kecerdasan politis. Diperlukan kemampuan membaca arah kekuasaan, membangun dialog strategis, serta menautkan kepentingan Aceh dengan agenda nasional tanpa kehilangan akar lokal.
Baca juga: Mabes TNI AD Buka Suara terkait Lapangan Blang Padang, Kadispenad Beri Jawaban Tegas
Baca juga: Blang Padang Antara Status dan Harapan Rakyat Aceh
Dan lebih dari itu, ia harus memainkan kecerdikan politis, yakni seni mencari celah di tengah kebuntuan, memainkan peluang tanpa mengorbankan prinsip.
Cerdas adalah tahu arah, sementara cerdik adalah tahu cara. Gabungan keduanya akan membuat Prabowo melihat bahwa sahabat lamanya bukan sekadar pewaris masa lalu, tetapi negosiator masa depan.
Ini bukan seni mengemis perhatian, melainkan seni menawarkan kemitraan.
Kekuatan Birokrasi
Opini Kupi Beungoh
Opini Kupi Beungoh Ahmad Humam Hamid
Humam Hamid
prabowo mualem
Hubungan Prabowo Mualem
| Tantangan Mendidik Anak di Era Digital |
|
|---|
| Jalan Tol Hingga Sepinya Saree, Ketika UMKM Tertinggal di Jalur Lama |
|
|---|
| Nikah Naik di Gayo Lues: Antara Jembatan Restu dan Jebakan Masa Depan Generasi Muda |
|
|---|
| Dari Tenda ke Rumah: Ikhtiar Bupati Mukhlis Menghadirkan Kepastian Hunian |
|
|---|
| Akselerasi PAUD, Penentu Keberhasilan Pendidikan Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-ahmad-humam-hamid-terbaru.jpg)