Sabtu, 9 Mei 2026

Liputan Eksklusif Aceh

Siapa di Balik Maraknya Pencurian Sawit di Aceh Singkil?

Nahasnya maling tak hanya mencuri sawit matang. Tetapi sawit mentah pun digasak. Kondisi itu, membuat korban mengalami dua kali kerugian sekaligus.

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
KEBUN SAWIT - Perkebunan kelapa sawit milik petani Aceh Singkil, di kawasan Singkil Utara, Senin (28/7/2025). 

Pencurian kelapa sawit di Kabupaten Aceh Singkil, sudah meresahkan. Pelaku tak hanya sasar kebun perusahaan, tapi kebun sawit milik petani kecil turut digasak.

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Pencurian kelapa sawit merajalela di Kabupaten Aceh Singkil. Pelaku tidak hanya sasar kebun perusahaan, tetapi kebun masyarakat yang sebelumnya aman, kini turut menjadi sasaran maling. 

Kondisi itu meresahkan warga, terutama kalangan petani kecil yang menggantungkan penghidupan dari kebun sawitnya yang tak seberapa luas. 

Nahasnya maling tak hanya mencuri sawit matang. Tetapi sawit mentah pun turut digasak. 

Kondisi itu, membuat korban mengalami dua kali kerugian sekaligus.

Pertama kehilangan sawit. Kedua tanaman sawit rusak, sebab panen sawit mentah membuat tanaman rusak, sehingga sulit kembali berproduksi normal. 

Selain buah matang dan mentah, pencurian sawit juga menyasar brondolan. Brondolan merupakan buah kelapa sawit matang yang jatuh dari janjang.

Baca juga: Kabar Gembira Bagi Warga Aceh Singkil, Lidi Pelepah Sawit Laku Dijual, Segini Harga Per Kilogram 

Awalnya pengambilan brondolan tidak dipermasalahkan oleh pemilik kebun. Seiring mahalnya harga brondolan dibanding tanda buah segar (TBS) kelapa sawit, petani tidak lagi izinkan pengambilan brondolan. 

Khusus perusahaan kelapa sawit, memang sengaja memanen sawit setelah jatuh brondolan. Lantaran jatuh brondolan merupakan tanda sawit matang sempurna.

Perusahaan juga memilki pegawai khusus tukang mengumpulkan brondolan. Sehingga melarang pihak luar mengambilnya.

Pencurian brondolan lebih marak, dengan sasar kebun milik perusahaan. Sementara kebun masyarakat, bukan sasaran utama sebab sawit sudah dipanen sebelum jatuh brondolan.

Jikapun ada jumlahnya sedikit dan dikumpul langsung oleh para pemanen.

Maraknya aksi pencurian brondolan, hingga muncul stigma negatif ibu-ibu brondolan. Ibu-ibu brondolan dialamatkan kepada kaum perempuan yang suka ambil brondolan.

Walau dalam prakteknya lebih banyak laki-laki yang ambil brondolan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved