KUPI BEUNGOH
Dayah Tidak Gagal: Membela Marwah Lembaga Pendidikan Islam
Logika bahwa sebuah lembaga pendidikan hanya berhasil jika seluruh lulusannya menjadi ulama Hikmah (bijaksana) adalah kekeliruan logis
Bukan dengan cara merendahkan keseluruhan sistem. Disebabkan perguruan tinggi dan dayah adalah Lembaga yang fokus di bidang Pendidikan dalam hal mencerdaskan generasi bangsa
Ulama Adalah Warisan Ilmu, Bukan Gelar Sepihak
Secara bahasa, ulama adalah bentuk jamak dari ‘alim orang yang berilmu. Dalam Islam, ulama adalah pewaris nabi yang ilmunya membawa manfaat dan akhlaknya menjadi teladan.
Ulama tidak diukur dari ijazah, jenjang, atau narasi siapa yang lebih bijaksana dalam artikel. Ulama lahir dari keberkahan ilmu, ketekunan belajar, dan keikhlasan mengabdi.
Disamping itu pengertian ulama dalam Al-Quran إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah ulama..." (QS. Fathir: 28)
Dan dayah telah membuktikan itu selama berabad-abad. Jika kini tantangannya lebih kompleks, maka yang kita butuhkan adalah dukungan bersama, bukan tudingan sempit.
Penutup
Dayah bukan lembaga gagal. Ia adalah pilar ilmu, moral, dan kebudayaan Islam yang telah bertahan di tengah gelombang perubahan zaman.
Jika kita ingin memperkuat dayah, maka mulailah dengan menghormatinya. Kritik boleh, tapi harus adil, ilmiah, dan bertanggung jawab secara hukum dan akhlak.
Karena merendahkan dayah, pada hakikatnya sama dengan menggugat akar ilmu kita sendiri.
*) PENULIS adalah Akademisi Universitas Malikussaleh dan Alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muksalmina-SHI-MH_Akademisi-Universitas-Malikussaleh-dan-Alumni-Dayah-MUDI-Mesjid-Raya-Samalanga.jpg)