Selasa, 5 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Perang dan Damai - Bagian 4, Pertemuan Islamabad Jalan Menuju Perdamaian

Perdamaian tidak semata - mata lahir dari kesepakatan formal, melainkan dari keberanian politik untuk membuka ruang dialog ...

Tayang:
Editor: Subur Dani
Serambinews.com/HO
Yunidar ZA, Anggota Asosiasi Analis Kebijkan Indonesia (AAKI). 

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa bahkan penjaga perdamaian pun tidak kebal terhadap kekerasan perang

Indonesia, yang berpegang teguh pada konstitusi amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban dunia, kembali harus menanggung duka mendalam. 

Pengorbanan para prajurit ini bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan komunitas internasional yang mendambakan perdamaian.

Dari Vatikan, Paus Leo XIV mengajak dunia menghentikan kekerasan dan mengedepankan perdamaian. 
“Letakkan senjata kalian. Ingatlah bahwa kalian adalah saudara dan saudari”, pesannya. (Rakyat Merdeka, 31/3, hal 6)

Di tengah ketidak pastian semua ini, inisiatif jalan menuju perdamian, pertemuan Islamabad menjadi harapan yang masih tersisa.

Dialog adalah jalan sunyi yang menuntut kesabaran, komitmen, dan keberanian moral dari para pemimpin dunia. 

Baca juga: PBB Berduka atas Gugurnya Prajurit UNIFIL RI, Kecam Serangan Israel di Lebanon

Perdamaian mungkin tidak lahir dalam satu malam.

Tetapi, setiap langkah kecil menuju dialog adalah kemenangan bagi kemanusiaan.

Pada akhirnya, dunia dihadapkan pada pilihan yang sama seperti yang telah berulang kali terjadi dalam Sejarah. 

Melanjutkan siklus kekerasan, atau berhenti sejenak jeda untuk menggunakan hati Nurani, mendengar, melihat, memahami, dan berdamai. 

Jalan ke Islamabad, berdialog mungkin bukan akhir dari konflik.

Namun Langkah ini bertanda baik, menjadi awal dari harapan baru, transformasi dari konflik kekerasan menuju perdamian karena di tengah gelapnya perang, cahaya perdamaian masih mungkin ditemukan. 

Semoga, Insha Allah. Bila ingin berdamai bersiaplah untuk perdamaian.(*)

*) PENULIS adalah anggota Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI)

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved