KUPI BEUNGOH
Perang dan Damai - Bagian 4, Pertemuan Islamabad Jalan Menuju Perdamaian
Perdamaian tidak semata - mata lahir dari kesepakatan formal, melainkan dari keberanian politik untuk membuka ruang dialog ...
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa bahkan penjaga perdamaian pun tidak kebal terhadap kekerasan perang.
Indonesia, yang berpegang teguh pada konstitusi amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk ikut serta dalam menjaga ketertiban dunia, kembali harus menanggung duka mendalam.
Pengorbanan para prajurit ini bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan komunitas internasional yang mendambakan perdamaian.
Dari Vatikan, Paus Leo XIV mengajak dunia menghentikan kekerasan dan mengedepankan perdamaian.
“Letakkan senjata kalian. Ingatlah bahwa kalian adalah saudara dan saudari”, pesannya. (Rakyat Merdeka, 31/3, hal 6)
Di tengah ketidak pastian semua ini, inisiatif jalan menuju perdamian, pertemuan Islamabad menjadi harapan yang masih tersisa.
Dialog adalah jalan sunyi yang menuntut kesabaran, komitmen, dan keberanian moral dari para pemimpin dunia.
Baca juga: PBB Berduka atas Gugurnya Prajurit UNIFIL RI, Kecam Serangan Israel di Lebanon
Perdamaian mungkin tidak lahir dalam satu malam.
Tetapi, setiap langkah kecil menuju dialog adalah kemenangan bagi kemanusiaan.
Pada akhirnya, dunia dihadapkan pada pilihan yang sama seperti yang telah berulang kali terjadi dalam Sejarah.
Melanjutkan siklus kekerasan, atau berhenti sejenak jeda untuk menggunakan hati Nurani, mendengar, melihat, memahami, dan berdamai.
Jalan ke Islamabad, berdialog mungkin bukan akhir dari konflik.
Namun Langkah ini bertanda baik, menjadi awal dari harapan baru, transformasi dari konflik kekerasan menuju perdamian karena di tengah gelapnya perang, cahaya perdamaian masih mungkin ditemukan.
Semoga, Insha Allah. Bila ingin berdamai bersiaplah untuk perdamaian.(*)
*) PENULIS adalah anggota Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI)
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
kupi beungoh
opini pembaca
opini penulis
opini serambinews
Meaningful
Eksklusif
perang
damai
Perdamaian
Islamabad
Iran
Israel
Pakistan
Afghanistan
Timur Tengah
Perang Timur Tengah
Hormuz
Selat Hormuz
| Pak Harun, China, dan ‘Penguasa Baru’ Dunia |
|
|---|
| Alokasi TKD Bencana Tak Adil, Bukti Nyata Bobroknya Keadilan Kebijakan |
|
|---|
| Menjaga Ruh Keistimewaan Aceh melalui MPA, MAA, dan Badan Dayah |
|
|---|
| Arsitek Transformasi UIN Ar-Raniry: Kepemimpinan Visioner dan Harmonis Prof Mujiburrahman |
|
|---|
| Evaluasi JKA untuk Penguatan, Bukan Pengalihan Anggaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yunidar-ZA-Anggota-Asosiasi-Analis-Kebijkan-Indonesia-AAKI.jpg)