Breaking News
Jumat, 5 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Perang dan Damai – Bagian 8, Mendorong Terwujudnya Damai yang Tertunda

Tanpa itu, konflik, perang hanya akan terus mewariskan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Tayang:
Editor: Zaenal
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Yunidar ZA (Analis Kebijakan) dan Masykur Ahmad (Analis Intelijen). 

Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang konstruktif menjadi sangat penting dalam menjaga peluang dialog tetap hidup.

Perdamaian sejatinya adalah hasil dari proses panjang yang diperjuangkan melalui dialog, bukan kekerasan. 

Dialog membuka ruang bagi peradaban untuk berkembang secara lebih manusiawi. 

Bahkan, penghentian sementara konflik atau gencatan senjata saja sudah mampu memberikan “napas” bagi kemanusiaan, memberi kesempatan bagi masyarakat sipil untuk kembali merasakan kehidupan yang lebih aman. 

Ini bukan keajaiban, melainkan hasil kerja kolektif jaringan perdamaian global yang terus bergerak tanpa henti.

Baca juga: Jejak Senyap Aipda Rosita Rahayu, Saksi Hidup Perjalanan Damai Aceh

Langkah Awal untuk Saling Memahami

Dalam konteks geopolitik kontemporer, dinamika konflik yang melibatkan Iran menjadi salah satu contoh penting bagaimana perdamaian masih tertunda. 

Pertemuan yang berlangsung di Islamabad setidaknya menunjukkan adanya upaya membangun kembali komunikasi antar pihak yang bertikai. 

Meski belum menghasilkan kesepakatan final, pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk saling memahami posisi dan kepentingan masing-masing.

Iran sendiri merupakan negara dengan sejarah peradaban panjang dan kapasitas kemandirian yang kuat. 

Sejak menghadapi embargo pasca Revolusi Iran 1979, negara ini terus mengembangkan kemampuan domestik, baik di bidang teknologi, kesehatan, maupun pendidikan. 

Tingkat partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi, termasuk pada jenjang doktoral, menunjukkan adanya transformasi sosial yang signifikan.

Dalam konteks konflik terbaru, serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran pada Februari 2026 dipandang sebagai tindakan sepihak yang memperkeruh situasi global. 

Serangan tersebut tidak hanya menimbulkan eskalasi militer, tetapi juga meningkatkan ketegangan politik internasional. 

Dari sudut pandang Iran, perlawanan yang dilakukan dianggap sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan negara.

Iran bersama Palestina

Sejumlah analis menilai bahwa Iran memiliki keunggulan dalam peradaban, strategi pertahanan asimetris, diplomasi informasi, serta mobilisasi ideologis. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved