Jurnalisme Warga
Serunya Naik Bus Rute Lampung–BSD Tangerang
Perjalanan kali ini saya tempuh dari Lampung menuju Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Banten, menggunakan Travel Lintas Shuttle
Namun, harga setiap kendaraan maupun orang itu sudah pasti berbeda, dan juga menyesuaikan dengan golongan kendaraannya. Kapal lambat biasanya berhenti sejenak di sekitar pelabuhan tujuan sebelum bersandar. Hal ini terjadi karena kapal tersebut menunggu gilliran sandar di dermaga reguler karena masih terdapat kapal lain yang masih muat barang penumpang di dermaga tersebut.
Pukul 02.00 WIB KMP Sebuku sandar di dermaga eksekutiff di Pelabuhan
Merak, Banten. Keluar dari pelabuhan, mobil langsung menuju SPBU untuk mengisi bahan bakar, setelah keluar dari Pelabuhan Merak. Sekaligus juga pada saat itu ada penumpang yang izin ke toilet. Pukul 02.32 WIB, mobil berangkat kembali untuk masuk Tol Merak menuju ke arah Jakarta.
Tepat 48 menit perjalanan, mobil masuk Tol Cikupa dan langsung menuju BSD.
Pukul 03.45 WIB, saya tiba di BSD dan turun di WTC Mall Matahari, Serpong.
Mobil melanjutkan perjalanan menuju ke ‘dropping points’ selanjutnya. Mobil yang saya naiki tersebut adalah unit dengan tujuan akhir ke Bekasi dan ‘dropping points’-nya itu mulai dari BSD, Mayestik, Cikini, Slipi, Jakarta, dan berakhir di Bekasi, Jawa Barat.
Kantor Lintas Shuttle Cabang Bekasi terletak di Sentra Niaga Kalimalang, Kayuringin Jaya, Kota Bekasi.
Alhamdulillah, pada pukul 03.45 WIB pagi hari, saya tiba dengan selamat di WTC
Mall Matahari, Serpong. Yang seharusnya di jadwal kami tiba itu pada pukul 02.20 WIB, tetapi karena kita telat berangkat, kita juga telat tiba di BSD. Total waktu tempuh perjalanannya adalah 6 jam 17 menit.
Menurut pengalaman saya, dengan harga Rp315.000 dari Lampung menuju BSD Tangerang sangatlah ‘worth it’. Sesuai dengan harga yang ditawarkan kita mendapatkan armada yang nyaman, free snack, s air mineral, dan waktu tempuh yang bisa diandalkan. Namun, seat yang tersedia pada armada tersebut tidak memiliki legrest, tidak ada bantal, tidak ada selimut, tidak ada ‘reclining seat’ karena seat kita menyatu dengan seat
penumpang lain, dan seatnya standar, hanya diganti kulit joknya saja.
Penyebrangan dari Bakauheni menuju Merak maupun sebaliknya juga menjadi
faktor waktu tempuh perjananan, kadang dari faktor cuaca, kapal yang tidak stand by, pelabuhan membeludak, dan lain-lain.
Ternyata, naik bus itu asyik, pengalaman yang seru
dan menarik. Ingin rasanya saya mencoba kembali di lain kesempatan, semoga sukses dan jaya selalu Lintas Shuttle. Insyaallah kita akan bertemu kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AULIA-RIZQULLAH-AZWIR-lagi.jpg)