Kupi Beungoh
Ketika Tendik Cemburu pada Dosen: Akademik Tergadai dan Kebebasan Terancam
Bahkan suasana kampus sengaja diciptakan supaya dosen lebih sering berhadapan dengan tumpukan SOP administratif ketimbang forum diskusi .
Kedua, edukasi UU Guru dan Dosen ke seluruh warga kampus agar paham bahwa dosen bukan bawahan tendik.
Kampus yang sehat menempatkan dosen sebagai academic leader dan tendik sebagai academic support system. Jika cemburu terus dipelihara dan birokrasi dibiarkan masuk ruang kelas, maka yang tergadai bukan hanya kebebasan dosen, tapi marwah ilmu pengetahuan Indonesia. (*)
*) Penulis adalah Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
| Hipertensi Dulu Penyakit Orang Tua, Kini Darurat pada Anak Muda |
|
|---|
| Uang Tidur di Tanah Otsus: Paradoks Aceh Saat Anggaran Mengendap tapi Sibuk Melobi Dana Tambahan |
|
|---|
| JKA: Kepentingan Rakyat atau Kepentingan Elite? |
|
|---|
| Dam Haji: Mau Potong di Makkah atau Mudik ke Indonesia? |
|
|---|
| Aceh sebagai Episentrum Baru Pengetahuan Humaniora |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dosen-STAIN-Teungku-Dirundeng-Meulaboh-Dr-H-Herman-MA.jpg)