Rabu, 3 Juni 2026

Opini

Artificial Intelligence dan Martabat Publikasi Ilmiah yang Tercoreng

Di tangan yang benar, Artificial Intelligence menjadi asisten riset. Di tangan yang salah, ia berubah menjadi mesin pembuat kredibilitas palsu.

Tayang:
Serambinews.com/HO/Tidak Ada
M SHABRI ABG MAJID adalah Guru Besar Ekonomi Islam dan Koordinator Prodi Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. 

Ia tidak boleh menjadi mesin pembuat legitimasi palsu. Ilmu yang lahir dari kabut seperti itu mungkin tampak bersih di permukaan, tetapi rapuh ketika disentuh pertanyaan kritis.

Adab Baru Publikasi

Dari praktik terbaik penerbit dan jurnal besar, ada beberapa batas yang patut dipegang. Pertama, AI boleh digunakan, tetapi tanggung jawab tetap berada pada manusia.

Kedua, AI tidak boleh menjadi penulis, karena kepengarangan menuntut akuntabilitas moral dan ilmiah. Ketiga, penggunaan AI yang substansial harus dideklarasikan secara jujur. 

Keempat, seluruh keluaran AI wajib diperiksa, sebab bahasa yang rapi belum tentu benar. Kelima, AI tidak boleh dipakai untuk membuat data palsu, gambar manipulatif, atau naskah semu.

Keenam, kerahasiaan manuskrip, data, dan proses peer review harus dijaga. Ketujuh, alat pendeteksi AI tidak boleh menjadi hakim tunggal, sebab ia dapat menghasilkan false positive dan false negative.

AI tidak perlu dimusuhi, tetapi juga tidak boleh disembah. Ia bukan dosa akademik, tetapi bisa menjadi pintu pelanggaran bila digunakan tanpa etika.

Ia bukan pengganti ilmuwan, melainkan cermin: dapat membantu, dapat pula menipu, tergantung siapa yang memegangnya.

Pada akhirnya, martabat publikasi ilmiah tidak ditentukan oleh seberapa canggih alat yang dipakai, tetapi oleh seberapa jujur manusia yang menulisnya.

AI boleh mempercepat kalimat, tetapi tidak boleh menggantikan keberanian berpikir. Ia boleh membantu menyusun bahasa, tetapi gagasan, tanggung jawab, dan kejujuran tetap harus lahir dari manusia.

Di tangan yang benar, AI menjadi asisten riset. Di tangan yang salah, ia berubah menjadi mesin pembuat kredibilitas palsu.

*) PENULIS adalah Guru Besar Ekonomi Islam dan Koordinator Prodi Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved