Jurnalisme Warga
Jalan Singkil–Kuala Baru yang Belum Benar-Benar Tembus
Alhamdulillah, patut disyukuri, akses jalan Singkil–Kayu Menang–Kuala Baru akhirnya tembus sejak beberapa tahun terakhir.
Masa depan wilayah pinggiran
Singkil, Kayu Menang, dan Kuala Baru bukan sekadar titik-titik administratif di ujung Aceh. Kawasan ini merupakan wajah Indonesia pinggiran yang masih berjuang memperoleh akses pembangunan yang setara.
Ketika masyarakat harus melewati jalan rusak untuk membawa hasil tangkapan ikan ke pasar, mengantar anak ke sekolah, atau menuju fasilitas kesehatan, yang dipertaruhkan bukan hanya
kenyamanan perjalanan. Yang dipertaruhkan adalah hak dan martabat mereka sebagai warga negara.
Karena itu, pembangunan jalan Singkil–Kayu Menang–Kuala Baru harus dipandang sebagai
upaya menghadirkan keadilan geografis. Negara tidak boleh hanya hadir di pusat-pusat
pertumbuhan ekonomi, tetapi juga di wilayah pesisir yang selama ini berada di pinggiran perhatian pembangunan.
Masyarakat Singkil, Kayu Menang, dan Kuala Baru tidak menuntut kemewahan. Mereka hanya menginginkan jalan yang layak, aman, nyaman, dan manusiawi. Sebab, pada akhirnya, hakikat pembangunan bukanlah membangun proyek demi proyek.
Pembangunan sejati adalah menghadirkan kemudahan, membuka keterhubungan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara nyata.
Jika sebuah jalan telah dinyatakan tembus, maka yang diharapkan masyarakat bukan sekadar dapat dilalui dengan susah payah, melainkan benar-benar mampu menghubungkan kehidupan menuju masa depan
yang lebih baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sadri-Ondang-Jaya-OKE-BARUH.jpg)