Kupi Beungoh
Baitul Mal Aceh: Masihkah Menjadi Lentera Umat?
Laporan keuangan gemerlap itu menampilkan output, tetapi dampak nyata bagi mustahik masih minim, banyak keluarga tetap berada di garis kemiskinan.
Perdebatan zakat profesi sejatinya adalah cermin dari komitmen kita terhadap keadilan dan keberpihakan pada yang lemah.
Aceh, Serambi Mekkah, dipanggil oleh sejarahnya sendiri untuk menghadirkan zakat yang profesional, transparan, dan produktif, sebuah zakat yang bukan hanya menutup lapar, tetapi menyalakan harapan, membangkitkan martabat, dan membangun masa depan.
Imam Ali bin Abi Thalib mengingatkan kita: "Jika kemiskinan adalah manusia, niscaya aku akan membunuhnya." Rasulullah SAW menegaskan: "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah."
Kini, kesempatan ada di depan mata.
Dengan implementasi tax rebate, Baitul Mal di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga gampong yang kuat, serta distribusi zakat yang produktif dan berbasis bukti, Aceh dapat mengembalikan zakatnya menjadi obor peradaban: menebar cahaya keadilan di setiap sudut, menyingkirkan gelap kemiskinan dari tanah para wali, dan membangun masyarakat mandiri yang tidak hanya menerima, tetapi memberi.
Ini adalah panggilan bagi seluruh pemimpin, pengurus Baitul Mal, dan masyarakat: waktunya bertindak, merancang, dan mewujudkan zakat Aceh sebagai instrumen transformasi sosial-ekonomi nyata. Wallāhu a‘lamu bisshawāb.
*) PENULIS adalah Dosen Program Magister Keuangan Islam Terapan, Politeknik Negeri Lhokseumawe; Penulis Buku Manajemen ZISWAF; Nazhir Yayasan Generasi Cahaya Peradaban.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framing Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/M-Nasir-Dosen-Program-Magister-Keuangan-Islam-Terapan-Politeknik-Negeri-Lhokseumawe.jpg)