Minggu, 3 Mei 2026

Pojok Humam Hamid

Dana Otsus Jilid 2: Lagu Lama vs Otoritas Teknokratis – Bagian Kedua

Politik menentukan arah, teknokrasi memastikan arah itu ditempuh dengan ilmu, bukan emosi.

Tayang:
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HO
Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, MA, Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. 

Kini, lebih dari 6 abad kemudian, Aceh kembali dihadapkan pada pilihan serupa--antara bertahan dalam pola lama, atau menulis babak baru dengan keberanian yang sama.

Mungkin ini saatnya kita bertanya dengan jujur.

Maukah kita terus mengulangi pola pembangunan jangka pendek yang meninabobokan, atau berani menyiapkan institusi jangka panjang yang menjamin masa depan? 

Maukah kita berhenti membangun proyek, dan mulai membangun peradaban? 

Pertanyaan itu bukan untuk birokrat, tetapi untuk seluruh rakyat Aceh yang ingin melihat negerinya berdiri sejajar dengan berbagai kawasan Nusantara maupun dunia. 

Karena masa depan tidak dimenangkan oleh yang paling berkuasa, tetapi oleh yang paling terencana.

Dua puluh tahun setelah damai, Aceh membutuhkan satu hal yang lebih berharga daripada dana otsus: visi yang bertahan lebih lama dari jabatan siapa pun. 

Lembaga Otoritas Teknokratik Aceh–Pusat bukan sekadar gagasan administratif.

Ini adalah pernyataan bahwa Aceh siap naik kelas--dari politik menuju pengetahuan, dari retorika menuju rasionalitas, dan dari sejarah menuju masa depan.(*)

*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved