Jurnalisme Warga
Menikmati Malam di Alun-Alun Kota Bireuen
Posisi Bireuen yang diapit oleh Pidie Jaya, Aceh Utara, dan Kabupaten Bener Meriah sangat menguntungkan bila dilihat dari sisi perkembangan ekonomi
Sementara yang lain ada yang membawa makanan sendiri duduk berjejer dengan perlengkapan makan masing-masing layaknya di tepi pantai.
Pemandangan yang mengharukan dan membahagiakan karena di tengah ekonomi keluarga yang tak menentu saat ini masih ada cara sederhana orang tua untuk membahagiakan keluarga tercintanya.
Tingkah polah anak-anak yang berada di dalam taman ini beraneka ragam, ada yang suka iseng mengganggu yang lain, ada yang duduk manis, ada pula yang asyik bermain, memanjat, melompat, tertawa, dan berlari-lari kecil sepuasnya.
begitu juga dengan pengunjung lainnya sibuk dengan aktivitasnya masingmasing.
Hal yang menyenangkan ketika melihat satu keluarga berkumpul, walaupun minuman yang ada di tangan hanya sebotol air mineral, tetapi kebahagiaan benar-benar milik mereka malam itu.
Pedagang musiman selalu bermunculan sebagaimana biasanya di setiap ada kegiatan atau momen, tetapi kehadiran mereka tidak menggangu pedagang tetap yang berada di sisi jalan sebelah timur.
Para pedagang hampir tak dapat melayani banyaknya pegunjung yang ingin membeli makanan, hal ini mengakibatkan antrean panjang.
Makanan yang diserbu oleh anak-anak umumnya adalah jajanan seperti kebab, bakso krispi, telur krispi, roti bakar, dan aneka kuliner yang dijajakan di sisi Rex Bireuen dan menjadi pilihan pengunjung.
Baca juga: Pengumuman BPR Syariah Kota Juang
Kami pun ingin menikmati lezatnya makanan dan minuman di salah satu tempat yang telah menjadi target kami di Rex, tetapi malam itu pengunjung terlalu ramai sehingga tidak ada tempat duduk yang tersisa.
Melihat kondisi ramai dan antrean panjang akhirnya kami pun batal mengorder makanan untuk dibawa pulang.
Suasana dingin malam itu terasa panas karena padatnya pengunjung, baik di warung terbuka (Rex) maupun di kafé di sisi jalan.
Lalu lintas yang padat menyebabkan kemacetan di jalan masuk dan jalan keluar menuju Alun-Alun Kota Bireuen karena sebagian pengguna jalan tidak patuh pada aturan yang telah ditetapkan sehingga malam itu terasa bagaikan berada di Jakarta.
Setelah mengelilingi alunalun akhirnya kami memutuskan kembali ke rumah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena jumlah pengunjung semakin malam semakin bertambah.
Jalan pun bertambah macet. Ada rasa waswas ketika melewati beberapa tempat keramaian lainnya, termasuk di jalan elak lokasi deretan kafé, pengunjung sangat ramai hampir tak ada ruang untuk jalan karena sebagian kafé membuat acara live musik.
Alhamdulillah, masyarakat Bireuen patuh pada aturan.
Salah satu buktinya, malam itu tidak ada bunyi petasan/ mercon, juga tak ada kembang api yang menghiasi atmosfer Kota Bireuen. (chairulb06@ gmail.com)
Baca juga: Lantik Tuha Peut Geulanggang Baro, Camat Kota Juang Bireuen Ingatkan soal Pengelolaan Dana Desa
Baca juga: Muspika Kota Juang Tertibkan Warung Kopi dan Cafe
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.