Kamis, 23 April 2026

Kupi Beungoh

Banjir Bukan Takdir, Tapi Buah Keserakahan

Dalam tradisi Islam, ihtikar, menimbun barang demi keuntungan saat kelangkaan, adalah dosa publik.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HO
Dr. Muhammad Nasir, Dosen Magister Keuangan Islam Terapan Politeknik Negeri Lhokseumawe; Peneliti Sosial Kemasyarakatan; Pembina Yayasan Generasi Cahaya Peradaban. 

Prioritas utama adalah menyelamatkan nyawa.

Evakuasi harus dilakukan dengan cepat, cerdas, dan terkoordinasi, berbasis data real-time, serta melibatkan tim SAR, relawan, aparat, dan jaringan komunitas lokal yang memahami kondisi medan dan masyarakat.

Setiap menit sangat berharga, dan setiap nyawa harus dianggap tak ternilai.

Namun, krisis tidak berhenti di titik nol bencana.

Ekonomi rakyat lumpuh; UMKM kehilangan stok, sawah gagal panen, dan pasar tradisional terendam.

Pemulihan harus nyata, konkret, dan terukur.

Bantuan tunai darurat perlu disalurkan segera kepada keluarga terdampak, sementara pembiayaan (kredit) ultra ringan bagi UMKM harus digulirkan agar usaha dapat hidup kembali.

Program padat karya rehabilitasi hutan menjadi solusi ganda: membuka peluang kerja sekaligus memulihkan ekologi.

Di samping itu, asuransi bencana bagi petani dan nelayan menjadi perlindungan tambahan, dan digitalisasi rantai pasok pangan memastikan distribusi tetap lancar meski infrastruktur rusak atau terendam banjir.

Krisis moral memperburuk luka masyarakat.

Penimbunan barang, spekulasi harga, dan korupsi bantuan harus dihentikan.

Negara wajib hadir sebagai pengawal keadilan.

Sanksi tegas dan transparan harus diberikan kepada pelaku penimbunan, pengawasan harga dilakukan melalui satgas khusus, dan audit logistik dengan dashboard publik memungkinkan masyarakat memantau distribusi secara real-time.

Solidaritas publik dan partisipasi warga menjadi benteng moral yang menjaga tragedi tidak diperburuk oleh keserakahan segelintir pihak.

Langkah jangka panjang harus segera dimulai.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved