Kupi Beungoh

Tentang Aceh, Tentang Sabar

Rakyat Aceh saat ini hidup dalam situasi yang jauh dari pulih: listrik yang terus terputus membuat warga bergantung pada genset berbahan bakar.

Editor: Agus Ramadhan
Serambinews.com/HO
Alwy Akbar Al Khalidi 

Kepemimpinan nasional diuji bukan dari seberapa sering presiden atau menteri tampil di hadapan kamera atau dari seberapa solid narasi yang dibangun di Jakarta, tetapi dari seberapa cepat dan efektif kondisi dasar kehidupan warga pulih di garis depan bencana.

Jika Aceh masih gelap tanpa listrik, tanpa akses telekomunikasi yang memadai, dan tanpa distribusi bahan pokok yang memadai — sementara pemerintah pusat bersikap menunggu dan memilih skenario kemandirian nasional semata — maka yang perlu disorot bukan sekadar kata “sabar”, tetapi ketidakmampuan manajemen krisis yang nyata.

Warga Aceh bukan menolak harapan, tetapi mereka berhak atas tindakan yang nyata. (*)

*) PENULIS adalah Akademisi STAI Nusantara, Aktivis Sosial–Keagamaan di Aceh, Mahasiswa Doktor Studi Islam Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved