KUPI BEUNGOH
Banjir Aceh bukan Takdir Alam, Melainkan Akumulasi Kebijakan
Banjir yang melanda Aceh adalah puncak dari kegagalan tata kelola negara dalam melindungi lingkungan dan rakyatnya.
Banjir yang melanda Aceh adalah puncak dari kegagalan tata kelola negara dalam melindungi lingkungan dan rakyatnya.
Baca juga: 75 Persen Desa di Warga Aceh Utara Terdampak Banjir, 69 Ribu Jiwa Masih Mengungsi, 185 Meninggal
Baca juga: VIDEO - PANAS! Venezuela Persenjatai Buruh Sipil, Bersiap Hadapi Invasi AS
Ia bukan takdir alam, tetapi cerminan nyata dari kebijakan yang mengutamakan kepentingan modal dan perizinan jangka pendek ketimbang keselamatan ekologis jangka panjang.
Kejadian ini harus menjadi awal gugatan rinci terhadap praktik pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, bukan sekadar catatan statistik bencana.
Negara wajib melakukan evaluasi izin secara transparan dan ilmiah, menghentikan izin di kawasan kritis, serta membangun mekanisme pemulihan ekologis yang serius.
Hutan dan DAS Aceh bukan sekadar sumber daya yang dapat dieksploitasi tanpa batas. Mereka adalah sistem kehidupan yang menopang masa depan bangsa.
Jika kerusakan ekologis terus dibiarkan, maka bukan hanya Aceh yang tenggelam, melainkan masa depan lingkungan hidup Indonesia secara keseluruhan.(*)
*) PENULIS adalah Juru Bicara KPA Pusat.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Banjir Aceh dan Sumatera
Bencana Aceh Sumatera
Banjir Aceh bukan Takdir Alam
Banjir Aceh Akibat Akumulasi Kebijakan
Jack Libya Jubir Komite Peralihan Aceh
| Sebelum Kampus Sempat Bicara! |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 13, Keberlanjutan Perdamaian dan Membuka Ruang Peradaban Dunia |
|
|---|
| Perang dan Damai - Bagian 12, Perpanjangan Gencatan Senjata, Persiapan Perdamaian |
|
|---|
| Saatnya Wakaf Harus Naik Kelas, Dari Aset Diam Menjadi Kekuatan Umat |
|
|---|
| PR untuk Rektor di Aceh: Alumni Universitas Menganggur Makin Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jack-Libya-KPA.jpg)