Kamis, 23 April 2026

Pojok Humam Hamid

Bencana dan Model Kelembagaan R3P Aceh: Mengapa Harus Inklusif dan Partisipatif?

Peringatan yang disampaikan Raihal Fajri, aktivis perempuan Aceh senior, beberapa hari lalu melalui sejumlah media, perlu dibaca secara serius

Editor: Zaenal
FOR SERAMBINEWS.COM
Tokoh masyarakat sipil Aceh, Ahmad Humam Hamid berpidato pada acara Peringatan 20 Tahun Perdamaian Aceh yang digelar ERIA School of Government di Jakarta, Kamis (14/8/2025). 

Pemulihan yang adil dan berkelanjutan tidak lahir dari ruang tertutup, tetapi dari partisipasi, transparansi, dan keberanian mendengar suara mereka yang paling merasakan dampak bencana.

Jika R3P Aceh disusun secara inklusif dan partisipatif, Aceh memiliki peluang nyata untuk tidak hanya pulih, tetapi bangkit dengan fondasi sosial, ekologis, dan ekonomi yang lebih kuat. 

Jika tidak, R3P berisiko menjadi dokumen resmi yang gagal menjawab pelajaran paling penting dari bencana Siklon Senyar25: bahwa krisis iklim dan kerusakan lingkungan hanya dapat dihadapi dengan perubahan cara pandang, cara merencanakan, dan cara melibatkan warga.

*) PENULIS adalah Mantan Anggota Dewan Pengarah BRR Aceh Nias 2004 dan juga Mantan anggota Multi Donor Fund - EU, the US, World Bank, Jepang, Australia, dan Kanada untuk pembangunan Aceh Nias Paska Tsunami.

Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved