Breaking News
Rabu, 22 April 2026

Opini

Ramadhan dan Ujian Mayoritas: Toleransi sebagai Integritas Syariat

Dalam sejarah, Nabi Muhammad SAW membangun Madinah sebagai masyarakat multikomunitas melalui Piagam Madinah.

Serambinews.com/HO
M SHABRI ABD MAJID, Profesor Bidang Ekonomi Islam dan Koordinator Prodi S3 Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. 

Jika nilai Qur’ani tentang keadilan benar-benar diinternalisasi, maka toleransi bukan lagi wacana defensif untuk menjawab tudingan luar. Ia menjadi karakter. Ia menjadi kebiasaan. Ia menjadi etika publik yang bekerja tanpa perlu diumumkan.

Dan ketika yang paling kecil merasa paling aman, ketika yang berbeda merasa paling terlindungi, ketika tidak ada rasa takut berjalan di bawah langit syariat—di situlah Islam tampil dalam kemuliaannya. Bukan sebagai simbol mayoritas, tetapi sebagai rahmat.

Di bulan Ramadhan, pertanyaan itu kembali menghantam nurani kita: apakah kita menjadi lebih inklusif atau justru lebih eksklusif?

Lebih peka terhadap penderitaan siapa pun, atau hanya terhadap mereka yang satu barisan? Jika puasa membuat kita lebih adil kepada yang berbeda, maka ia matang. Jika ia hanya berhenti pada euforia ritual, maka ia belum menembus hati.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah latihan memperluas lingkaran kepedulian—dari keluarga ke tetangga, dari sesama Muslim ke sesama manusia.

Ujian terbesarnya bukan pada sahur dan tarawih, tetapi pada keberanian menjadikan Islam sebagai etika publik: keadilan yang impersonal, perlindungan yang bermartabat, dan rahmat lintas iman.

Jika Ramadhan membawa kita ke titik itu, maka ia benar-benar menjadi bulan kemenangan. Kemenangan atas ego mayoritas.

Kemenangan atas prasangka. Kemenangan atas godaan untuk merasa paling benar tanpa merasa paling bertanggung jawab. Dan di situlah syariat bukan hanya ditegakkan—tetapi dimuliakan.

*) PENULIS adalah Guru Besar Ekonomi Islam dan Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. E-mail: mshabri@usk.ac.id

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved