Pojok Humam Hamid
Aturan Baru Komdigi: Kenapa Semua Orang Tua Harus Senang?
Kekhawatiran terhadap media sosial bukan hal baru. Sejak awal 2010-an, akademisi sudah mengangkat alarm
Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna digital, tetapi pembentuk masa depan yang sadar, produktif, dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, kebijakan Komdigi menunjukkan keberanian dan visi jangka panjang: anak terlindungi, orang tua tenang, dan generasi digital Indonesia siap menghadapi tantangan dunia modern.
Dengan mendorong transformasi dari pasif ke kreatif, anak-anak tidak hanya tumbuh sehat secara mental, tapi juga menjadi pionir kreatif di dunia digital yang kompleks.
Komdigi membuktikan bahwa perlindungan anak bukan sekadar kewajiban hukum, tapi investasi nyata untuk masa depan bangsa.(*)
*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid menjadi tanggung jawab penulis
Humam Hamid
Ahmad Humam Hamid
Serambi Indonesia
pojok humam hamid
Opini
opini serambi
Saksikata
Eksklusif
Komdigi
medsos
media sosial
orang tua
aturan
Kementerian Komunikasi dan Digital
| MDCP Prabowo dan Trump: Kenapa Kita Harus Tahu? |
|
|---|
| Makar atau Tak Nyaman? Membaca Mujani, Amsari, Fahri Hamzah, dan Mahfud MD |
|
|---|
| Iran dan Gencatan Senjata: “Lamuek” Hormuz, Nuklir, dan Adi Kuasa Timur Tengah |
|
|---|
| Komunikasi Publik Menteri Purbaya: Kebingungan Teknokratis, Krisis Nasional, atau Tarian Populis? |
|
|---|
| Survei Nasional Terbaru Tentang Perang Iran: Sebaiknya Prabowo Ekstra Hati-Hati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Humam-Hamid-komentar-soal-iran.jpg)