Selasa, 5 Mei 2026

KUPI BEUNGOH

Perang dan Damai - Bagian 5, Kampanye Penghentian Perang Menuju Perdamaian

Namun demikian penghentian perang bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal menuju perdamaian yang sejati. 

Tayang:
Editor: Subur Dani
for serambinews
Yunidar Z.A. M. Si. C.L.D.A 

Aksi demonstrasi, kampanye kemanusiaan, dan gerakan solidaritas global untuk mengakhiri perang dan kekerasan, mencerminkan bahwa perdamaian merupakan aspirasi kolektif umat manusia, seluruh dunia.

Tekanan publik ini menjadi instrumen penting dalam mendorong negara - negara maju, berkembang dan miskin untuk lebih mengedepankan dialog daripada konfrontasi militer dalam penyelesaian konflik.

Baca juga: Perang dan Damai : Bagian 1

Namun demikian penghentian perang bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal menuju perdamaian yang sejati. 

Perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila penyebab, akar - akar permasalahan, ketidakadilan diatasi secara komprehensif.

Dengan demikian, kampanye penghentian perang harus diarahkan tidak hanya untuk menghentikan kekerasan, tapi juga untuk membangun tatanan dunia yang lebih adil, manusiawi, dan harmonis.

Dalam kempanye penghentian perang, perdamaian menjadi kunci stabilitas global, termasuk dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan energi.

Baca juga: Sebelum Gugur, Praka Farizal Rhomadhon Kirim Pesan Ini ke Istri Pukul 02.57 WIB, Isinya Bikin Haru

Dorongan aksi damai rakyat Amerika Serikat (AS) dan seluruh umat manusia yang cinta perdamaian (jaringan perdamaian) menjadi perhatian serius untuk mendorong presiden Donald Trump segera menghentikan perang.

Trump didesak untuk menyudahi agresi kekerasan terhadap Iran, karena ini bagian dari keinginan rakyat AS yang cinta perdamaian dan telah melakukan aksi demontrasi massal secara damai menyampaikan kampanye untuk segera menghentikan perang, menuju perdamaian dunia. Semoga.(*)

*) PENULIS adalah Analis Kebijakan – Alumnus Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved