KUPI BEUNGOH
Perang dan Damai – Bagian 14, Perjuangan Membangun Perdamaian
Masyarakat internasional mendesak para pihak agar segera berdamai, mendukung untuk menghentikan perang dan kekerasan.
Dengan berfikir bagaimana perjuangan untuk melawan kebencian, korupsi, kekejaman dan kekerasan. Mengusangkan kekerasan dengan konsep “pasar perdamaian” menjadi menarik untuk dipahami dalam konteks membangun negeri yang lebih baik.
Jika perang memiliki insentif ekonomi, maka perdamaian juga harus memiliki nilai yang dapat dirasakan secara nyata, diperjuangkan.
Stabilitas politik, peradaban, pertumbuhan ekonomi, keamanan energi, dan kelancaran rantai pasok global merupakan beberapa manfaat konkret dari perdamaian.
Dunia internasional memiliki kepentingan besar untuk menjaga stabilitas ini, karena dampak konflik tidak lagi bersifat lokal, melainkan global.
Dalam konteks dinamika geopolitik terkini, upaya menuju perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan kompleksitas konflik tersebut bagaimana “perang dingin” gencatan senjata.
Baca juga: Bupati Al-Farlaky Bagi-bagi Alsintan untuk Brigade Pangan di Aceh Timur
Ketegangan yang berkepanjangan telah menciptakan kebuntuan mentransformasikan nilai-nilai universal kemanusiaan strategis, dimana tidak ada pihak yang benar-benar menang.
Pernyataan dari para pihak yang menyebut bahwa salah satu pihak sedang mencari cara untuk “menyelamatkan muka” mencerminkan realitas bahwa perang seringkali membawa aktor-aktor besar ke dalam situasi yang sulit untuk keluar tanpa kehilangan legitimasi.
Paling Relevan
Langkah diplomasi yang melibatkan pertemuan di Islamabad beberapa waktu lalu, menjadi sinyal bahwa dialog masih menjadi pilihan yang relevan.
Meskipun tidak mudah, upaya untuk kembali ke meja perundingan menunjukkan bahwa selalu ada ruang untuk mengubah arah dari konflik menuju perdamaian.
Tidak ada kata terlambat untuk memulai kembali proses dialog, selama ada kemauan politik dan dukungan internasional.
Baca juga: VIDEO - Viral Bareng Wanita dan Vape, Kompol DK Diperiksa: Negatif Narkoba tapi Tetap Kena Patsus
Selat Hormuz, sebagai suatu fenomena yang sangat menarik dan telah mengguncang dunia sebagai salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia, menjadi simbol betapa pentingnya stabilitas global.
Gangguan terhadap kawasan ini tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, namun juga terhadap perekonomian dunia secara keseluruhan.
Karenanya, perdamaian bukan hanya kebutuhan sepihak. Tapi menjadi kepentingan, dambaan bersama umat manusia.
Pada akhirnya, pertanyaan mendasar yang harus dijawab adalah, bagaimana manusia, para pihak yang bertikai dapat memutuskan untuk tidak berperang, dan menyelesaikan segala urusan permasalahan konflik dengan dialog, negosiasi dan transformasi konflik dalam kesadaran kolektif bahwa tidak ada kemenangan sejati dalam berperang.
Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika manusia mampu mengendalikan ego, menahan diri dari kekerasan, dan memilih jalan dialog untuk kemenangan kemanusiaan.
Baca juga: Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol. Heri Heriyandi Pecah Bintang Jadi Brigjen
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yunidar-ZA-Terbaru.jpg)