KUPI BEUNGOH
Perang dan Damai – Bagian 14, Perjuangan Membangun Perdamaian
Masyarakat internasional mendesak para pihak agar segera berdamai, mendukung untuk menghentikan perang dan kekerasan.
Perdamaian suatu refleksi dari kematangan cara berfikir, bertindak, peradaban. Ia menuntut keberanian yang lebih besar daripada melakukan agresi militer.
Jika perang sebagai ekspresi dari ketakutan dan kemarahan, maka perdamaian itu perwujudan dari harapan dan kebijaksanaan.
Dalam dunia yang semakin terhubung, pilihan untuk melaksankan perdamian bukan lagi sekadar idealisme, ini menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keberlangsungan peradaban manusia sebagai makhluk yang berbudaya.
Sudah saatnya perang usangkan, dihentikan, bukan hanya sebagai slogan belaka, harus menjadi agenda global yang nyata.
Baca juga: Ingat! Dua Gerhana Lagi akan Terjadi Pada 2026, Catat Jadwalnya
Dunia membutuhkan lebih banyak ruang dialog, lebih banyak kepercayaan, dan lebih banyak keberanian untuk memilih damai.
Karena pada akhirnya, masa depan umat manusia tidak ditentukan oleh siapa yang paling kuat dalam perang, namun oleh siapa yang paling bijak dalam peradaban, menciptakan perdamaian.
Kata yang tepat “Tidak ada tempat bagi kekerasan di dunia” Tegas Aktor dan Sutradara George Clooney.(*)
*) PENULIS adalah anggota Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI)
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com.
Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Yunidar-ZA-Terbaru.jpg)