Kupi Beungoh
Setengah Abad Aceh “Digigit” Anjing Gila
Hampir semua daerah di Aceh endemis rabies, kecuali Sabang dan Simeulue serta pulau-pulau sebelah barat Aceh.
Jejak tertulis tentang kematian akibat rabies pada anjing dan manusia ditemukan dalam Kode Musa Esmuna di Babilonia pada tahun 2.300 SM.
Kata rabies berakar dari bahasa Sanskerta ‘rabhas’ yang bermakna melakukan kekerasan atau bahasa latin ‘rabere’ yang bermakna mengamuk.
Penyakit ini juga dikaitkan dengan istilah Yunani kuno, ‘lyssa’ yang merujuk pada kegilaan.
Di Indonesia, rabies telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Pertama kali dilaporkan oleh JW Esser pada tahun 1884.
Kejadiannya pada seekor kerbau. Lima tahun setelahnya (1889), Penning menemukan rabies pada anjing.
Rabies pada manusia dilaporkan tahun 1894 oleh Eilerts de Haan. Ketiga kasus ini ditemukan di Jawa Barat.
Di pulau Sumatera, rabies menyebar pasca kemerdekaan.
Baca juga: Internsip Dokter dan Krisis Otonomi Akademik
Sebelum tiba di Aceh, terlebih dahulu “menyambangi” Sumatera Barat (1953), Sumatera Utara (1956), Sumatera Selatan (1959), dan Lampung (1969).
Setelah Aceh dilaporkan di Jambi (1971), Bengkulu (1972), dan Riau (1975).
Dari 38 provinsi di Indonesia, hanya 12 yang dinyatakan bebas rabies.
Delapan provinsi berstatus bebas secara historis, yaitu: Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, dan dua di pulau Sumatera, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau.
Empatnya lagi berhasil dibebaskan, yaitu: DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Saat ini rabies telah menyebar hampir di semua benua, kecuali Antartika.
Lebih dari 150 negara telah tertular rabies.
Asia dan Afrika adalah dua benua dengan jumlah kematian tertinggi. Mencapai 95 % , 80 % diantaranya terjadi di wilayah pedesaan.
| Ius Constituendum: Menata Hukum Masa Depan di Tengah Perubahan |
|
|---|
| Paradoks Pendidikan Indonesia: Antara Link and Match dan Realitas Lapangan |
|
|---|
| Standar Medis RSUDZA Dipaksa Berkompromi |
|
|---|
| Menggenjot Promotif-Preventif: Solusi Menyelamatkan Fiskal Kesehatan Aceh |
|
|---|
| Dari Hak Menjadi Syarat: Wajah Baru Layanan Kesehatan di Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kupi-Beungoh-Azhar-Abdullah-Panton.jpg)