Kupi Beungoh
Setengah Abad Aceh “Digigit” Anjing Gila
Hampir semua daerah di Aceh endemis rabies, kecuali Sabang dan Simeulue serta pulau-pulau sebelah barat Aceh.
Korbannya sebagian besar adalah anak-anak.
Secara global, setiap sembilan menit rabies merenggut satu nyawa.
Tidak kurang dari 60.000 orang meninggal dunia setiap tahun dengan kerugian ditaksir mencapai 8,6 miliar dolar Amerika per tahun.
Mengapa Terus Terjadi?
Rabies akan terus terjadi jika populasi anjing liar tak terkendali, vaksinasi masih seadanya, dan pengawasan lalulintas HPR lemah.
Pengawasan lalulintas HPR antar wilayah, terutama wilayah-wilayah yang bebas rabies harus semakin diperketat.
Jika tidak, alih-alih membebaskan rabies dari daerah tertular, daerah historis bebas rabies pun akan tercemar.
Seperti yang dialami Pulau Flores (1997), NTB (2019), Bali (2008), Pulau Nias (2010), Pulau Larat (Maluku Tenggara Barat) dan dua pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya, Pulau Kisar dan Daweloor (2012).
Pemilik HPR masih enggan memvaksin peliharaannya.
Baca juga: Menyoal Pembatasan JKA
Tidak menyediakan kandang sehingga bebas berkeliaran.
Sejatinya, pemilik HPR harus memperlakukan peliharaannya dengan baik dan menjalankan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan.
Salah satunya adalah bebas dari rasa sakit, luka, dan penyakit.
Disinilah pemilik HPR bertanggung jawab untuk memvaksin peliharaannya agar tidak terjangkiti rabies.
Rabies adalah penyakit yang 100 % mematikan, namun juga 100 % bisa dicegah dengan vaksinasi.
Sosialisasi melalui strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) masih minim.
Selama ini KIE belum menyentuh alam sadar masyarakat akan bahaya rabies.
| Ius Constituendum: Menata Hukum Masa Depan di Tengah Perubahan |
|
|---|
| Paradoks Pendidikan Indonesia: Antara Link and Match dan Realitas Lapangan |
|
|---|
| Standar Medis RSUDZA Dipaksa Berkompromi |
|
|---|
| Menggenjot Promotif-Preventif: Solusi Menyelamatkan Fiskal Kesehatan Aceh |
|
|---|
| Dari Hak Menjadi Syarat: Wajah Baru Layanan Kesehatan di Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kupi-Beungoh-Azhar-Abdullah-Panton.jpg)