Sederet Aturan Dedi Mulyadi untuk Siswa Jabar: Jam Malam, Masuk Sekolah Jam 6.30 hingga PR Dihapus

Dedi mengatakan, kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan tawuran dan kenakalan remaja di Jawa Barat.

Editor: Faisal Zamzami
Dok. Humas UI
KDM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mencanangkan sejumlah kebijakan bagi para siswa di Jabar, termasuk jam malam, masuk sekolah lebih pagi, dan rencana penghapusan pekerjaan rumah (PR). 

Dalam Pasal 2 ayat (1) Permen ini tertulis, Hari Sekolah dilaksanakan 8 jam dalam 1 hari atau 40 jam selama 5 hari dalam 1 minggu.

Baca juga: Dedi Mulyadi Kirim Siswa Bandel ke Kamp Militer Mulai 2 Mei 2025, 4 Sosok Anak Ini Bakal Kena

PR Akan Dihapuskan 

Dedi Mulyadi juga mengungkap, dirinya berencana menghapus pekerjaan rumah (PR) bagi siswa

"Seluruh pekerjaan sekolah dikerjakan di sekolah, tugas-tugas sekolah dikerjakan di sekolah, tidak dibawa menjadi beban di rumah," ujarnya dalam postingan akun Instagramnya, @dedimulyadi71, Rabu (4/6/2025). 

Ia mengatakan, itu akan dilakukan supaya anak-anak di rumah bisa rileks melakukan aktivitas lain, seperti baca buku, olahraga, les tambahan, dan membantu orang tuanya. 

Ia menyadari sejumlah kebijakan yang dicetuskannya untuk para siswa di Jabar akan menuai pro dan kontra. 

"Bagi saya pro dan kontra adalah hal yang biasa dalam berdemokrasi," ucapnya. 

 
Ia menegaskan, hal yang terpenting dan menjadi tujuan utama penerapan kebijakan adalah untuk mewujudkan generasi muda Jabar yang cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (cerdas), dan singer (terampil).

 

Baca juga: Mahfud MD Yakin Budi Arie Terlibat Judi Online, Kenapa Tak Jadi Tersangka?

Baca juga: 4 Pulau Beralih ke Sumut, Ketua MPU Singkil:  Sejengkal pun Kita Haramkan Tanah Aceh Dirampas 

Baca juga: Rudal Balistik Hipersonik Houthi Gempur Bandara Israel, Cegah Pesawat AS Mendarat

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved