Kupi Beungoh
“Perampasan” 4 Pulau dan MoU Helsinki: Saatnya Gen Z Bersuara dan Bergerak untuk Harga Diri Aceh
“Perampasan" 4 pulau tersebut telah memunculkan polemik mengarah ke benih konflik baru pasca kesepakatan perdamaian (MoU) di Helsinki
Jangan sampai kita terjerumus dalam suasana konflik baru. Sebab, kedamaian tanpa keadilan hanya akan menjadi kedamaian yang ilusi. Tidak adanya perang tidak selalu berarti tidak adanya penindasan, ketimpangan, atau ketidakadilan.
Aceh membutuhkan generasi baru yang berani bicara, bertindak, dan berpikir kritis untuk mengisi ruang-ruang damai dengan keadilan sosial, pembangunan inklusif, dan demokrasi yang sehat.
Mungkin Gen Z tidak pernah melihat darah di jalanan atau rumah terbakar akibat konflik yang terjadi dimasa lalu . Tetapi mereka tetap memiliki rasa luka yang diwariskan: Pendidikan yang timpang, ekonomi yang stagnan, dan birokrasi yang korup. Semua ini adalah sisa-sisa dari konflik yang tidak pernah benar-benar diselesaikan.
Maka, menjadi tugas Gen Z untuk tidak sekadar menikmati damai, tetapi mengisi dan menjaga damai itu agar tak kembali direnggut.
Sebagaimana pepatah Aceh mengatakan, "Ureueng seumangat, hanjeut lé paju." Orang yang bersemangat tidak akan tinggal diam. Kini saatnya Gen Z Aceh membuktikan bahwa mereka bukan hanya penerima warisan damai, tetapi penjaga dan pengisi damai yang sejati.
Akhirnya, kami dari Gen Z berharap Aceh dijauhkan dari konflik baru dengan benih salah satunya dari “perampasan” 4 pulau di Singkil. Hargai martabat Aceh yang tertuang dalam MoU Helsinki 2005. Mendagri dan para petinggi RI lain jangan rusak suasana damai Aceh. Presiden RI harus mengusut kejahatan yang dilakukan oleh jajarannya. Semoga!
*) PENULIS adalah Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam FDK UIN Ar-Raniry Banda Aceh, email: rajulfujari024@gmail.com
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
Kemudahan Tanpa Tantangan, Jalan Sunyi Menuju Kemunduran Bangsa |
![]() |
---|
Memaknai Kurikulum Cinta dalam Proses Pembelajaran di MTs Harapan Bangsa Aceh Barat |
![]() |
---|
Haul Ke-1 Tu Sop Jeunieb - Warisan Keberanian, Keterbukaan, dan Cinta tak Henti pada Aceh |
![]() |
---|
Bank Syariah Lebih Mahal: Salah Akad atau Salah Praktik? |
![]() |
---|
Ketika Guru Besar Kedokteran Bersatu untuk Indonesia Sehat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.