Kupi Beungoh
Krisis Arah dan Manajemen SDM dalam Organisasi Pendidikan
Analisa jabatan bukan sekadar administrasi, melainkan fondasi bagi penempatan SDM sesuai kompetensi, pengembangan karier, hingga evaluasi kinerja.
Kondisi di mana hanya segelintir orang yang berperan aktif dan sisanya menjadi pelengkap penderita adalah cerminan kegagalan manajemen organisasi pendidikan dalam membangun budaya kerja kolaboratif dan meritokrasi.
Jika pola ini terus dibiarkan, organisasi pendidikan hanya akan menjadi institusi formalitas, jauh dari cita-cita sebagai motor perubahan dan pencetak generasi masa depan yang unggul.
Padahal, setiap individu yang memilih masuk ke dunia pendidikan pasti membawa cita-cita besar.
Mereka datang dengan harapan menjadi bagian dari perubahan, berkontribusi untuk kelangsungan masa depan generasi bangsa.
Cita-cita itu bukan sekadar ambisi pribadi, melainkan panggilan untuk membentuk manusia Indonesia yang beriman, bermanfaat, cinta bangsa, dan menjaga alam, sejalan dengan tujuan luhur pendidikan nasional.
Namun, ketika sistem organisasi justru mematikan partisipasi, menyingkirkan kompetensi, dan hanya mengandalkan segelintir orang dalam pengambilan keputusan, semangat dan idealisme itu perlahan terkikis.
Pegawai yang awalnya penuh harapan dan dedikasi akhirnya hanya menjadi pelengkap penderita, kehilangan ruang untuk berinovasi dan mengaktualisasikan visi besarnya.
Ironisnya, organisasi pendidikan yang seharusnya menjadi rumah bagi para pemimpi dan pejuang perubahan malah berubah menjadi ruang formalitas yang stagnan.
Jika pola ini terus dibiarkan, bukan hanya organisasi yang rugi, tetapi juga masa depan generasi bangsa yang terancam kehilangan teladan dan inspirasi.
Sudah saatnya organisasi pendidikan kembali pada ruhnya, memberi ruang bagi setiap insan pendidikan untuk berkontribusi, berkolaborasi, dan bersama-sama mewujudkan cita-cita luhur, mencetak manusia Indonesia yang beriman, bermanfaat, cinta bangsa, dan menjaga alam. (*)
*) PENULIS adalah pegawai di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Artikel KUPI BEUNGOH lainnya baca DI SINI
| Traffic Light dan Karakter Kita: Renungan Umur Manusia |
|
|---|
| Peusijuk: Dari Warisan Budaya ke Katalisator Pendidikan |
|
|---|
| Rektor UIN Ar-Raniry Idaman: Mengembalikan Hakikat Jantong Hate |
|
|---|
| Rumah Sakit Iskandar Muda: Warisan Medis Belanda yang Lestari di Kutaraja |
|
|---|
| Ismail Rasyid: Pengusaha Merangkap Ilmuwan dari Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pegawai-di-Dinas-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Kota-Banda-Aceh-Dr-Aishah-MPd.jpg)