Pojok Humam Hamid
Siklon Senyar 25 dan Keputusan Sementara Prabowo: Berkaca dari Bush dan Katrina
Badai Katrina di New Orleans, 2005, adalah contoh sempurna tentang bagaimana bencana alam berubah menjadi bencana politik
Lebih dari itu, status tersebut membuka pintu hukum bagi bantuan internasional yang sangat diperlukan--suatu hal yang dipraktikkan bahkan oleh negara-negara adidaya ketika mereka ditimpa bencana skala besar.
Tidak ada bangsa yang malu meminta bantuan dunia ketika warganya berada dalam ancaman.
Justru keberanian untuk melakukannya merupakan tanda kedewasaan, bukan kelemahan.
Pak Presiden, sejarah telah menyediakan cermin yang sangat terang melalui Katrina: keputusan yang tampak administratif dapat menjadi perbedaan antara negara yang hadir penuh dan negara yang hadir terlambat.
Bencana mungkin datang dari alam, tetapi ketertinggalan dalam merespons adalah pilihan manusia.
Karena itu, izinkan saya menyampaikan dengan penuh hormat tetapi ketegasan yang tak dapat dinegosiasikan: pikirkanlah dua kali sebelum menetapkan secara final bahwa Aceh tidak membutuhkan status Bencana Nasional.
Tidak ada tanda kelemahan dalam langkah itu.
Yang ada hanyalah keberanian seorang pemimpin untuk mengatakan bahwa keselamatan rakyat berada di atas semua kalkulasi birokrasi.
Sejarah sedang menunggu keputusan Anda, Pak Presiden.
Dan Aceh menunggu negara yang hadir bukan ketika semuanya sudah terlambat, tetapi ketika ia paling membutuhkan kehadiran itu.(*)
*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
siklon senyar 2025
bencana siklon senyar
pojok humam hamid
Status Darurat Bencana Nasional
Serambi Indonesia
| Membaca Indonesia Hari Ini: Chairul Tanjung, Purbaya, dan Presiden Prabowo |
|
|---|
| Dolar Naik: Neraca Untung-Rugi Masyarakat Kawasan Pedesaan Kita |
|
|---|
| Prabowo dan The Economist: Indonesia dan Siklus Optimisme - Kewaspadaan Versi Media Internasional |
|
|---|
| JKA, Senyar, dan Otsus: Ujian Serius atau Kembali “Lagee Biasa”? |
|
|---|
| Tenaga Kerja Aceh: Dominasi Sektor Informal, TPT, dan Indikator Tak Sehat Lainnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Humam-Aceh-Miskin-Dana-Outsus-Tinggal-1-Persen-Nyumbang-Lagi-ke-PON.jpg)