Senin, 25 Mei 2026

Pojok Humam Hamid

Siklon Senyar 25 dan Keputusan Sementara Prabowo: Berkaca dari Bush dan Katrina

Badai Katrina di New Orleans, 2005, adalah contoh sempurna tentang bagaimana bencana alam berubah menjadi bencana politik

Tayang:
Editor: Zaenal
YouTube Serambinews
Prof Humam heran saat Aceh yang berstatus sebagai provinsi se-Sumatera, dana outsusnya tinggal 1 persen, malah nyumbang lagi ke PON. 

Lebih dari itu, status tersebut membuka pintu hukum bagi bantuan internasional yang sangat diperlukan--suatu hal yang dipraktikkan bahkan oleh negara-negara adidaya ketika mereka ditimpa bencana skala besar. 

Tidak ada bangsa yang malu meminta bantuan dunia ketika warganya berada dalam ancaman. 

Justru keberanian untuk melakukannya merupakan tanda kedewasaan, bukan kelemahan.

Pak Presiden, sejarah telah menyediakan cermin yang sangat terang melalui Katrina: keputusan yang tampak administratif dapat menjadi perbedaan antara negara yang hadir penuh dan negara yang hadir terlambat. 

Bencana mungkin datang dari alam, tetapi ketertinggalan dalam merespons adalah pilihan manusia.

Karena itu, izinkan saya menyampaikan dengan penuh hormat tetapi ketegasan yang tak dapat dinegosiasikan: pikirkanlah dua kali sebelum menetapkan secara final bahwa Aceh tidak membutuhkan status Bencana Nasional. 

Tidak ada tanda kelemahan dalam langkah itu. 

Yang ada hanyalah keberanian seorang pemimpin untuk mengatakan bahwa keselamatan rakyat berada di atas semua kalkulasi birokrasi.

Sejarah sedang menunggu keputusan Anda, Pak Presiden. 

Dan Aceh menunggu negara yang hadir bukan ketika semuanya sudah terlambat, tetapi ketika ia paling membutuhkan kehadiran itu.(*)

*) PENULIS adalah Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh. 

Isi artikel dalam Pojok Humam Hamid sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved