Kupi Beungoh
25 Tahun BPKS Sabang Masih Mimpi: Ekspor Nihil, Dermaga Sepi, Visi Tinggi
Secara legal dan fiskal Sabang telah diberikan sejumlah insentif seperti pengecualian bea masuk, PPN, dan fasilitas fiskal lainnya sebagai daya tarik.
Tanpa itu, Sabang akan terus terjebak dalam lingkaran mimpi besar yang tidak terwujud.
Sabang memiliki modal geopolitik dan infrastruktur yang tidak dimiliki banyak wilayah lain. Namun modal itu belum cukup, diperlukan strategi yang mengalihkan fokus dari “membangun dermaga” menjadi “membangun sinergi produksi — logistik — pass.”
Jika tidak, peringatan 25 tahun akan lebih mirip pengakuan kegagalan yang dipol cepat, bukan perayaan keberhasilan.
Waktu tidak menunggu Sabang perlunya peluang nyata berubah dari dermaga sepi menjadi pelabuhan yang menghubungkan produk Aceh ke dunia.
Jika kita serius ingin mewujudkan visi besar Sabang, maka pada ulang tahun-ulang tahun mendatang kita harus bisa merayakan angka ekspor yang naik, bukan hanya Berbagai pejabat di podium.
Sabang bukan sekadar lokasi strategis di peta dunia. Ia harus menjadi mesin produksi dan gerbang ekspor yang manfaatnya kembali ke rakyat Aceh. (*)
*) PENULIS adalah Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DI SINI
| Earth Day: Saatnya Pendidikan Menjawab Krisis Lingkungan |
|
|---|
| Menjawab Tuduhan “Logical Fallacy” dalam Polemik JKA |
|
|---|
| Framing Negatif JKA, Strawman Fallacy Paling Telanjang |
|
|---|
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Guru-Besar-Bidang-Geologi-Kelautan-USK-Prof-Muhammad-Irham.jpg)