KUPI BEUNGOH
Kegagalan Akidah di Negeri Syariah
Daerah yang selama ini dijuluki Serambi Mekkah justru tengah diguncang oleh gelombang perilaku menyimpang yang sulit dikendalikan.
Dayah dan lembaga dakwah belum sepenuhnya menjawab kegelisahan generasi muda. Dakwah masih retoris dan normatif, sementara arus informasi global menggempur tanpa filter. Akibatnya, anak muda lebih banyak belajar dari influencer ketimbang ulama.
Padahal, peran dayah semestinya bukan hanya mencetak hafalan, tapi juga membentuk generasi dengan iman kokoh dan kesadaran sosial.
Dayah perlu bertransformasi menjadi pusat literasi digital Islami, tempat santri belajar menyeimbangkan dunia maya dengan narasi moral dan kearifan lokal.
Aceh tidak boleh menjadi negeri bersyariat tanpa aqidah. Kini saatnya menegakkan syariat dengan kecerdasan, keberanian, dan nurani. Serambi Mekkah harus kembali menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, bukan sekadar slogan di papan nama.(*)
PENULIS adalah Koordinator Lingkar Publik Strategis.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: Razia Kamar Tahanan Rutan Banda Aceh, Petugas Sita Hp hingga Obeng
Baca juga: Gubernur Aceh Mualem Beri Sanksi Penambang Emas Ilegal Bila Tidak Patuh Ultimatum
Opini Kupi Beungoh Rizki Ardial
Kegagalan Akidah di Negeri Syariah
LGBTQ Marak di Aceh
Opini Menanggapi Maraknya LGBTQ di Aceh
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rizki-Ardial_1.jpg)