KUPI BEUNGOH
PT PEMA: Mitos Industrialisasi tanpa Fondasi
Bila investasi dilakukan tanpa fondasi ekonomi yang jelas, investor akan menuntut jaminan konkret dari pemerintah.
Kehadiran perusahaan daerah tidak otomatis berarti membangun ekonomi rakyat. Tanpa roadmap bisnis yang matang dan kapasitas manajerial yang kuat, kelembagaan hanya menjadi papan nama yang mahal.
Baca juga: Peluang PPPK Secara Bertahap Diangkat Jadi PNS, DPR Sebut Bisa Diatur dalam Revisi UU ASN
Baca juga: Ketua KONI Pidie Sesalkan Insiden Banting Tropi, Malam Terakhir Even Piala Bupati
Jika PEMA ingin menjadi lokomotif ekonomi Aceh, ia harus turun dari panggung seremoni dan masuk ke dapur produksi.
Mulailah dari yang kecil, realistis, dan berbasis kebutuhan lokal: energi rakyat, pangan, logistik, dan agroindustri.
Karena masa depan ekonomi Aceh tidak akan dibangun oleh investor asing atau proyek karbon global. Melainkan oleh kemampuan rakyatnya sendiri untuk memproduksi, mengolah, dan menguasai rantai nilai ekonominya.(*)
*) PENULIS adalah Koordinator Lingkar Publik Strategis.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Opini Kupi Beungoh Rizki Ardial
Lingkar Publik Strategis
Opini Rizki Ardial tentang PT PEMA
Opini Kritis untuk PT PEMA
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Rizki-Ardial_1.jpg)