TOPIK
Puisi
-
Sajak ini sesap perih di langit lidah
Sajak ini kesepian dalam gelap
-
Aku tahu Rumi telah merayu-Mu dengan
Syahdu
-
dalam gelas, bayangan hantu
cairan matahari melubangi batu
-
Sering kuterbangkan rindu
Pada batubatu
-
Sepasang mata berlembing di sisimu
Selalu menahanku menuju pulang
-
bulan redup
angin lengang
waktu tak berdegup
-
Namaku Rohingya
Tak pernah minta dilahirkan di negeri mana
-
semasa kecil
kita bermain pelepah rumbia
-
terbentang padang
mengering ilalang
-
pagi hening dan bening
kayu manis duduk
-
Aku
adalah rindu terhunus
-
Di persimpangan ini
Masih ada setitik luka
-
Kenapa harus senja?
Kata yang kau bilang paling indah
-
Ini persembahan terakhir dariku
Saat kelopak matamu terkulai
-
Kulepaskan lelah di kampung apha
kenangan lama membuncah di dada
-
Saat kertas tinja cina tinggal secarik.
Risalah Negeri pun luka tercabik.
-
Kasihku,
Suatu hari nanti,
-
Arusmu keruh dijatuh dari utara bumi
Al Fansuri yang hilang
-
airmata ini seperti lebah
pulang ke rumah madu
di ujung cabang tertinggi
dalam senyap sepi
-
Di kepulauan Karibia Perancis, buku-buku sejarah menghadirkan Napoleon sebagai pejuang barat
-
Pelayaran belum usai
mengayuh harapan jiwa kelana
-
Bila hidup ini tidak menjadi jembatan
karena awan kabut begitu tebalnya
-
masihkah menghafal ayat-ayat lama
memisahkan dunia pertanda murung
-
Kau bak patung di teras rumah
Duduk bersandar memakai kemeja biru
-
Bila gelap menenggelamkan seluruh wajah
hanya meraba angin dan mencari selasah
-
Di balik tembok berlumut
Di semak berilalang panjang
-
Kunyalakan arang
Di tungku harapan
-
Apa yang diucapkan batu-batu itu kepadamu?
Kesunyian asing yang datang dari lipatan zaman
-
Siapakah dirimu berani menatap mataku
gadis berjilbab putih
-
Cinta adalah gugurnya salju
perlahan-lahan dari langit yang menyimpan sekelumit rindu
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved